RABU , 21 NOVEMBER 2018

Tengkorak Berusia 8 Tahun Gegerkan Warga Biringkanaya

Reporter:

Editor:

faisalpalapa

Rabu , 14 Desember 2016 14:35

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Warga Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, dibuat geger dengan penemuan tulang tengkorak dan kepala tengkorak di depan rumah Blok A 13 Nomor 9 Perumahan KNPI.

Penemuan tengkorak yang menghebohkan warga Biringkanaya, berawal pada hari Senin (12/12), sekitar pukul 04.00 Wita. Kala itu Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Anti (36) selaku penjaga rumah menyuruh anaknya bersama kedua keponakannya masing-masing Fitra (14), dan Agung (16) dan Haris (19) melakukan penggalihan untuk penampungan kotoran dari pembuangan pada kamar WC pada, Senin (12/12) lalu.

Ketiga penggali ini melakukan penggalian dengan kedalaman 50 cm. Saat memeriksa galian tersebut, mereka terkejut saat melihat tulang tengkorak yang diduga kaki manusia. Setelah melihat tengkorak itu, langsung dilakukan pengecekan lebih lanjut dan ternyata tengkorak tersebut adalah tengkorak manusia.

Pihak RT dan RW Setempat yang menerima laporan warganya selanjutnya menghubungi Aparat Kepolisian Sektor Biringkanaya. Akhirnya pihak kepolisian Sektor Biringkanaya yang tiba dilokasi langsung mengumpulkan keterangan saksi-saksi selanjutnya menghubungi pihak Dokpol RS.Bhayangkara untuk melaaukan proses identifikasi. Tim Dokpol yang tiba dilokasi langsung melakukan proses evakuasi tengkorak yang diduga tulang kaki manuasia tersebut guna proses pemeriksaan lebih lanjut.

Penemuan tengkorak manusia itu dibenarkan Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Biringkanaya, Kompol Dodik. Ia mengatakan pecahan tulang tengkorak yang ditemukan itu bagian kepala dan kaki manusia.

“Memang ada tulang tengkorak yang diduga tengkorak manusia ditemukan oleh warga. Kami setelah menerima laporan itu langsung ke lokasi mengumpulkan keterangan saksi-saksi, dan pihak Dokpol masih melakukan proses identifikasi belum diketahui hasilnya,” ujar Dodik, Selasa (13/12) kemarin.

[NEXT-RASUL]

Pihaknya lanjut Dodik, telah memasang polisi line di sekitar wilayah galian. Sementara galian lubang itu belum ditutup. “Kami telah beri polisi line pada lubang yang digali oleh warga itu, sambil menunggu hasil dari pihak Tim Dokpol Bhayangkara,” kata Dodik.

Dia menambahkan, bahwa pecahan tulang tengkoran tersebut diduga sudah cukup lama tertanam ditanah. “Kalau diperkirakan usia tulang tengkorak ini melebihi 8 tahun karena sudah pecah dan usang, kalau soal jenis kelaminnya masih sementara diidentifikasi lebih lanjut,” tutup Dodik. (rrs/C)


div>