SABTU , 20 OKTOBER 2018

Tenri Olle Bisa Jadi “Kuda Hitam”

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Sabtu , 30 April 2016 12:17
Tenri Olle Bisa Jadi “Kuda Hitam”

int

MAKASSAR, RakyatSulsel.com – Gagal di Pilkada Gowa 2015 lalu, politisi Golkar Tenri Olle Yasin Limpo nampaknya kembali mencoba peruntungan dengan maju di Pilkada Takalar 2017 mendatang.

Keseriusan Tenri Olleh maju di Pilkada Takalar dibuktikan dengan ikut mendaftar sebagai calon di Partai Golkar. Jika berhasil mengendarai Golkar, bukan tidak mungkin mantan Anggota DPRD Sulsel ini akan menjadi kandidat kuda hitam dan bisa merusak dominasi dua kandidat incumbent Burhanuddin Baharuddin dan Natsir Ibrahim.

Namun untuk merebut Golkar di Takalar tentu bukan pekerjaan mudah bagi Tebnri Olle. Dia harus bersaing dengan Bupati Burhanuddin dan Natsir Ibrahim alias Nojeng yang sama-sama merupakan kader Golkar. Diketahui sebelumnya, Golkar memiliki 6 kursi di Takalar sehingga bisa mengusung calon tanpa harus berkoalisi dengan partai lain.

Terkait hal itu, Tenri Olle Yasin Limpo mengatakan masih belum memastikan akan maju atau tidak. Namun, ia mengaku masih menunggu respon masyarakat kabupaten Takalar.

“Kalau terkait pilkada takalar, untuk saat ini saya masih menunggu respon dari masyarakat Takalar,” kata Tenri, Jumat (29/4).

[NEXT-RASUL]

Selain itu, lanjut Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Gowa ini, maju tidaknya di Pilkada di Takalar 2017 tergantung restu Ketua DPD I Golkar, Syahrul Yasin Limpo.

“Semua itu tergantung dengan keputusan Partai, kalau komandan mempersilahkan saya akan maju, saya siap di Pilkada Takalar,” ujar Tenri.

Lebih jauh, dia menyatakan sampai saat ini belum ada persiapan yang dilakukan dalam pilkada mendatang, karena ini masih lama dan tidak ingin terburu buru. “Saya belum bisa komentar banyak, karena ini masih berproses juga,” jelasnya.

Mengenai pendaftaran bakal calon yang telah dibuka oleh Golkar Takalar, Tenri menyatakan dirinya sudah ikut mendaftar seleksi. “Iya sudah, siapapun yang mendapat rekomendasi itu terbaik, di Golkar semua itu saudara dan teman,” ujarnya

Terkait hal itu, Wakil ketua Dewan Pimpinan Daerah I partai Golkar, Arfandi Idris mengatakan Partai Golkar belum menentukan strategi pemenangan pada Pilkada Takalar 2017 mendatang. Menurutnya, Golkar masih menunggu tahapan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

[NEXT-RASUL]

“Kalau berbicara Pilkada Takalar, partai Golkar masih belum terlalu memikirkan lebih jauh karena kan belum pi juga ada tahapan resminya dari KPU,” beber Arfandi.

Terkait dengan adanya isu pecah kongsi antara Burhanuddin Baharuddin dengan Natsir Ibrahim, Arfandi mengatakan tidak ada masalah dengan hal tersebut. Ia menilai, silaturahmi kedua kader Golkar Takalar tersebut masih terjalin.

“Kalau itu tidak ada ji masalah, secara manusiawi semua berjalan seperti biasa termasuk silaturahmi. Kecuali kalau hubungan secara politik saya kurang tahu,” ucapnya.

Khusus adanya niat Tenri Olle Yasin Limpo untuk maju pada Pilkada Takalar, politisi asal Bantaeng ini mengatakan semua kader berhak untuk menyatakan maju pada moment Pilkada. Namun, kata dia, untuk diberikan rekomendasi tentu harus sesuai dengan mekanisme yang sudah ditentukan partai.

“Itu kan hak setiap kader, kalau berbicara masalah rekomendasi tentu kita akan berdasar pada mekanisme yang telah ditentukan partai seperti hasil survei, elektabilitas, dan lain-lain. Ketika figur memenuhi syarat maka itu yang akan kita berikan rekomendasi, baik Ibu Tenri, Pak Natsir, dan Pak Bur. Intinya apa pun itu bisa saja terjadi, saya kita itu,” jelasnya.

[NEXT-RASUL]

Sementara Manajer Strategi Pemenangan Jaringan Suara Indonesia (JSI), Irfan Jaya menuturkan, baik Burhanuddin, Natsir dan Tenri sama-sama mempunyai peluang untuk diusung oleh Golkar. Tapi Golkar tentunya akan mengusung kader yang sangat berpotensi menang di Pilkada Takalar.

“Baik Tenri, Burhanuddin, dan Nojeng ketiganya punya peluang untuk diusung oleh Golkar karena semuanya kader Golkar. Namun pada akhirnya, Golkar akan menggusung kadernya yang paling berpotensi menang,” ujarnya.

Irfan menambahkan, situasi Takalar akan membuat Golkar bimbang terkait rekomendasi karena ketiga figurnya cukup kuat untuk dukungannya. “Kemungkinan besar itu bisa terjadi jika Tenri YL belajar dari kegagalannya di Gowa,” ungkapnya.

Pakar Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Firdaus Muhammad menyatakan, Peluang Tenri YL dapat rekomendasi Golkar cukup besar asalkan berpaket dengan Nojeng. Meskipun tidak mudah karena harus menyisihkan Burhanuddin dan Syamsari Kitta.

“Majunya Tenri merupakan merupakan yang ketiga bagi kalan YL di Takalar sebelumnya Ichsan, Dewie dan Tenri YL. Untuk Tenri YL harus menunggu restu dari klan Yasin Limpo,” ujarnya.

Pakar Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Adi Suryadi Culla, mengungkapkan terpilihnya beberapa figur itu sudah melawati mekanisme partai yang sangat ketat. Disamping adanya uji kelayakan, ada pula uji elektabilitas, untuk itu hasil keputusannya pasti bisa memuaskan.

[NEXT-RASUL]

Menurutnya, Golkar adalah partai unggulan di mata masyarakat. Olehnya itu rekomendasi dan dorongan untuk maju pada Pilkada Takalar pasti mempunyai keputusan yang menghasilkan begitu luar biasa.

“Ketiga figur ini elektabilitas mereka sangat besar di Takalar, apalagi dengan maksimalnya jumlah kursi disana pasti Golkar sangat dipusingkan dengan pengambilan keputusan itu,” kata Adi. (E)


div>