SENIN , 16 JULI 2018

Tepis Sejumlah Tuduhan, Ini Klarifikasi Camat dan PPK Bacukiki

Reporter:

Editor:

Niar

Kamis , 28 Juni 2018 20:54

PAREPARE, RAKSUL.COM- Camat Bacukiki HM Iskandar Nusu menepis sejumlah tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Bahkan tuduhan itu diposting oknum di sejumlah media sosial (medsos).

Menanggapi tudingan itu, Camat Bacukiki yang dihubungi via phone, Kamis, (28/6/2018) menyayangkan sejumlah tuduhan yang tidak dengan klarifikasi terlebih dulu.

Terkait tuduhan membawa lari kotak surat suara, mantan Kabag Humas Parepare ini membantah keras, jika dirinya melakukan hal sehina itu. Mengenai kotak surat suara yang disebut tak digembok, Iskandar Nusu memberi keterangan, jika seluruh kotak surat suara yang tiba di Kecamatan Bacukiki, dalam keadaan tergembok dan tersegel.

Hanya saja, ada satu kotak surat suara dari TPS 015 kata dia tergembok, namun pengait gembok tidak terkena segel. 

“Tidak benar itu, saya seharian di kantor. Saya tidak pernah membawa lari kotak surat suara, apalagi menandatangani rekap surat suara atau apa yang dituduhkan. Kalaupun ada yang saya tanda tangani, itu hanya rekap laporan dari setiap kelurahan untuk aplikasi desk pilkada Pemkot Parepare sebagai laporan yang kami peroleh dari hasil pantauan,” terang Iskandar. 

Terpisah, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Bacukiki, Zulkarnain membenarkan, jika dalam pantauannya, Camat Bacukiki tidak pernah menyentuh kotak surat suara, apalagi membawa lari. 

Pendistribusian kotak surat suara dari TPS ke kantor Kecamatan kata dia, dikawal ketat oleh pihak penyelenggara, seperti KPPS atau PPS, Panwas, dan aparat kepolisian. “Tidak ada kotak surat suara yang didistribusikan tanpa pengawalan dari pihak KPPS atau PPS, Panwas, dan aparat kepolisian,” tegas Naim, sapaan aktivis ini. 

Mengenai satu kotak suara dari TPS 15 Lompoe yang tiba dalam keadaan tidak tersentuh segel pada gemboknya, Naim mengatakan, itu murni kesalahan manusia.

“Namanya manusia biasa. Kalau ada yang bilang tidak tergembok salah itu. Tergembok, cuma segel tidak kena di lubang pengait gembok,” katanya. 

Saat ditanya alasan keterlambatan kotak suara tiba di kantor kecamatan, Naim menjelaskan, jika kotak suara terakhir tiba sekira pukul 02.00 dini hari. Hal itu kata dia, lantaran proses pengisian formulir Pemilihan Gubernur yang terdiri dari 10 rangkap dan pemilihan Walikota 7 rangkap yang harus diisi secara teliti. 

“Perampungan penghitungan surat suara ada yang baru selesai pada pukul 20.00 wita, lalu kenapa lama? karena pengisian formulirnya yang memakan waktu, dan harus diisi secara teliti. Namun sejauh ini aman terkendali, kita sudah sepakat dengan pihak Panwas kota, KPU, aparat kepolisian untuk membuat berita acara,” paparnya.(*)


div>