SELASA , 16 OKTOBER 2018

Terbelit Kasus Penipuan, Widya Dimejahijaukan

Reporter:

Editor:

Ridwan Lallo

Selasa , 27 Februari 2018 14:29
Terbelit Kasus Penipuan, Widya Dimejahijaukan

Ilustrasi. foto: net

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Seorang pengusaha di Makassar, Widyastuti Alamsyah Mile, terpaksa harus duduk di kursi pesakitan.

Widya menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Makassar sebagai terdakwa dalam kasus dugaan penipuan miliaran rupiah lantaran urusan proyek APBN.

Widya yang disebut-sebut istri seorang staf ahli di Pemerintah Provinsi Sulsel ini, sebelumnya dilaporkan oleh Dameria ke Direktorat Kriminal Umum Polda Sulsel. Dameria sendiri adalah seorang komisaris sebuah Persereon Terbatas (PT) yang pernah menjalin hubungan bisnis dengan Widya.

Kasus dugaan penipuan ini bermula saat Dameria dan Widya menjalin hubungan bisnis setelah diperkenalkan oleh seseorang pada tahun 2014 silam. Keduanya kemudian terlibat dalam pengurusan sebuah proyek APBN untuk pembangunan dermaga di Makassar.

Pada proses pengurusan, mereka kemudian menjalin komunikasi dengan Maulana, pria yang dinilai bisa memuluskan proyek di salah satu kementerian.

Belakangan, uang ‘pelicin’ proyek pun yang mengalir ke Maulana untuk memuluskan proyek yang sedang diurus oleh korban diduga mandek di tangan tersangka. Apalagi, proyek yang dibidik tak kunjung didapat. Korban yang merasa telah ditipu akhirnya melapor ke Mapolda Sulsel. Laporan korban tertuang dalam BP/89B/VII/2017.

Polda Sulsel pada tanggal 07 September 2017 mengeluarkan surat dan menyatakan kalau penyelidikan kasus ini dinyatakan lengkap. Oleh Kejaksaan Tinggi Sulsel, berkas perkara kemudian dilimpahkan ke PN Makassar.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Sulsel, Salahuddin yang dikonfirmasi, membenarkan, kalau berkas perkara atas nama tersangka Widya sudah dilimpahkan dan sementara dalam proses persidangan. “Sudah dalam proses sidang,” ujar Salahuddin, Selasa (27/2).

Hal yang sama juga diungkapkan Plt Kasi Pidum Makassar, Haedar. Haedar menegaskan jika berkas perkara kasus penipuan miliaran rupiah ini telah ada di meja kerjanya. “Sementara proses sidang. Silakan ikuti sidangnya dik,” tandas Haedar. (*)


div>