SABTU , 17 NOVEMBER 2018

Terbongkar Jaringan Bisnis Esek-esek di Senggigi, Ini Tarifnya…

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Rabu , 26 April 2017 10:00
Terbongkar Jaringan Bisnis Esek-esek di Senggigi, Ini Tarifnya…

Sejumlah PSK di kawasan Pantai Senggigi yang terjaring Polda NTB. foto: jpg

JAKARTA – Aktivitas bisnis ‘esek-esek’ di kawasan wisata Senggigi, Lombok Barat (Lobar), terbongkar lagi. Ini diperkuat dengan ditahannya Erna alias Tika, di salah satu hotel bintang tiga di kawasan Senggigi oleh tim Opsnal Subdit IV Ditreskrimum Polda NTB, Selasa (25/4).

Erna diketahui bekerja sebagai pemandu lagu (PS) di salah satu kafe di Senggigi. Penangkapan terhadap yang bersangkutan, pun berdasarkan serangkaian penyelidikan yang dilakukan korps bhayangkara.

Dirreskrimum Polda NTB Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, sebelum menangkap Erna, jajarannya mendapat informasi adanya transaksi bisnis prostitusi di kawasan Senggigi. Kabar itu ditindaklanjuti dengan menurunkan sejumlah tim menuju lokasi.

Sekira pukul 01.00 WITA, polisi mendatangi hotel bintang tiga di Senggigi. Mereka menggerebek kamar nomor 209 di hotel tersebut. ”Kita temukan satu pasangan, salah satunya Erna yang berprofesi sebagai PS,” kata Irwan diberitakan, Rabu (26/4).

Profesi pelaku sebagai PS, kata Irwan, diketahui polisi setelah melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan. ”Dia kerja di salah satu kafe juga di Sengigi,” terang dia.

Tak puas dengan keterangan pelaku, polisi menggali lebih dalam lagi aktivitas Erna. Kepada polisi, dia mengaku sering menerima booking untuk melayani tamu di luar kafe tempatnya bekerja.

Layanan ekstra itu mengharuskan pelanggan merogoh kocek lebih dalam. Lama waktu layanan juga tergantung keinginan tamu. Hal tersebut akan disesuaikan dengan jumlah uang yang dibayarkan kepada kasir di tempatnya bekerja.

[NEXT-RASUL]

Pada malam penangkapannya, Erna mengaku kepada polisi telah dibooking pelanggannya untuk sepuluh jam. Tarif layanan selama sepuluh jam itu, dihargai Rp800 ribu. Pembayarannya juga dilakukan secara resmi, dengan bukti nota dari kafenya.

”Kalau sudah bayar, perempuannya bisa dibawa untuk kencan,” jelas Irwan.

Menindaklanjuti pengakuan Erna, polisi kemudian bergerak menuju kafe tempatnya bekerja. Di sini, tim kembali menahan sembilan perempuan yang berprofesi sebagai PS, satu orang kasir, dan satu orang asisten manajer.

Selain itu, polisi turut menyita barang bukti lain, yakni uang sekira Rp2.200.000 yang didapatkan dari PS dan kasir, kondom, serta nota pembayaran untuk mengajak kencan PS. ”Ini masih dilakukan pemeriksaan,” kata Irwan. (jpg)


div>