SABTU , 15 DESEMBER 2018

Terdakwa e-KTP Yakin Berikan Rp4 Miliar kepada Politikus Golkar

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Jumat , 07 April 2017 12:06
Terdakwa e-KTP Yakin Berikan Rp4 Miliar kepada Politikus Golkar

Irman (kiri) dan Sugiharto. foto: jpg

JAKARTA – Dua terdakwa dugaan korupsi proyek e-KTP, Irman dan Sugiharto meyakini adanya pemberian uang sebesar Rp4 miliar kepada mantan anggota Komisi II DPR Fraksi Golkar Markus Nari. Padahal, Markus membantah menerima uang sekira Rp4 miliar dalam kasus korupsi pengadaan e-KTP itu.

Keduanya meyakini Markus pernah meminta dan menerima uang. Menurut Irman, saat itu Markus mendatangi kantornya di Gedung Kementerian Dalam Negeri.

Irman mengatakan, Markus yang meminta uang. Dia kemudian mengatur agar Sugiharto menyerahkan uang kepada Markus yang saat itu bertugas di Komisi II DPR.

Sebelumnya, Markus Nari membantah menerima aliran uang dugaan korupsi proyek e-KTP. “Saya tidak pernah menerima uang,” ujar Markus di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (6/4).

“Saat saya datang ke Kantor Pak Irman itu, tidak pernah saya bicarakan uang untuk teman-teman. Saya fokus untuk program ini, makanya saya datang sama tim,” tambahnya.

Bantahan Markus itu kemudian dikonfrontasi dengan Sugiharto. Menurut Sugiharto, dia sendiri yang menyerahkan uang Rp4 miliar itu langsung ke tangan Markus Nari.

“Jadi, setelah disampaikan Pak Irman, segera saya tindaklanjuti. Saya sampaikan kepada Markus Rp4 miliar di Senayan. Setelah itu saya serahkan langsung ke Pak Markus,” kata Sugiharto.

Meski demikian, Markus tetap pada keterangannya sejak awal. “Nah itu justru saya bingung. Tidak pernah ada uang sampai ke tangan saya,” ujar Markus berdalih. (jpg)


div>