SENIN , 23 JULI 2018

Terdakwa Kasus Penipuan Terancam 4 Tahun Penjara

Reporter:

Irsal

Editor:

Ridwan Lallo

Jumat , 09 Maret 2018 08:54
Terdakwa Kasus Penipuan Terancam 4 Tahun Penjara

Ilustrasi. foto: net

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Seorang pengusaha di Makassar, Widyastuti Alamsyah Mile, tengah menjalani sidang di Pengadilan Negeri Makassar.

Ia didakwa melanggar Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penipuan dan penggelapan.

“Terdakwa melanggar pasal 372 dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara dan pasal 378 juga dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” ujar salah satu jaksa bagian Datun Kejati, Andi Partriani.

Terkait jadwal tuntutannya, Andi Patriani belum bisa memastikannya. “Kalau pembacaan tuntutan mungkin masih lama karena agenda sidangnya masih mendengarkan keterangan saksi. Sidangnya itu setiap hari Selasa,” jelasnya.

Sekadar diketahui, Widya menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Makassar sebagai terdakwa dalam kasus dugaan penipuan miliaran rupiah lantaran urusan proyek APBN.

Widya sebelumnya dilaporkan oleh Dameria ke Direktorat Kriminal Umum Polda Sulsel. Dameria sendiri adalah seorang komisaris sebuah Persereon Terbatas (PT) yang pernah menjalin hubungan bisnis dengan Widya.

Kasus dugaan penipuan ini bermula saat Dameria dan Widya menjalin hubungan bisnis setelah diperkenalkan oleh seseorang pada tahun 2014 silam. Keduanya kemudian terlibat dalam pengurusan sebuah proyek APBN untuk pembangunan dermaga di Makassar.

Pada proses pengurusan, mereka kemudian menjalin komunikasi dengan Maulana, pria yang dinilai bisa memuluskan proyek di salah satu kementerian.

Belakangan, uang ‘pelicin’ proyek pun yang mengalir ke Maulana untuk memuluskan proyek yang sedang diurus oleh korban diduga mandek di tangan tersangka. Apalagi, proyek yang dibidik tak kunjung didapat. Korban yang merasa telah ditipu akhirnya melapor ke Mapolda Sulsel. Laporan korban tertuang dalam BP/89B/VII/2017.

Polda Sulsel pada tanggal 07 September 2017 mengeluarkan surat dan menyatakan kalau penyelidikan kasus ini dinyatakan lengkap. Oleh Kejaksaan Tinggi Sulsel, berkas perkara kemudian dilimpahkan ke PN Makassar. (*)


div>