JUMAT , 17 AGUSTUS 2018

Terdakwa Korupsi Kapal Selayar Dituntut 18 Bulan Penjara

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 23 April 2013 14:44

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan satu unit kapal di Dinas Perhubungan (Dishum) Kabupeten Kepulauan Selayar, Musdim Baso, akhirnya menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Makassar, Selasa (23/4). Terdakwa dituntut pidana penjara 1 tahun 6 bulan, denda Rp50 juta Subsider 2 bulan penjara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Uswah Anwar dalam surat tuntutannya menyebutkan, terdakwa telah terbukti bersalah karena tidak menyelesaikan pengerjaan kapal sesuai dengan kontrak antara terdakwa dan Dishub Selayar.

“Ada keterlambatan pengerjaan proyek pengadaan kapal, seharusnya kapal sudah diterima oleh Dishub Selayar akhir tahun 2010,” kata Anwar.

Menurut Anwar, akibat keterlambatan itu, terdakwa telah melanggar pasal 3 Undang-undang tindak pidana korupsi dan telah menimbulkan kerugian negara sebesar Rp172 juta berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “Pada pencarian dana tahap 4, terjadi kerugian negara Rp123 juta, pada tahap 5 sebanyak Rp49 juta,” lanjut Anwar.

Sekedar diketahui, proyek ini menggunakan anggaran Rp1 M dengan nilai kontrak Rp980 juta. Dalam kontrak, proyek ini dikerjakan oleh terdakwa pada 26 April 2010 kemudian proses pengerjaan seharusnya selesai 21 November tahun 2010. Namun, pada kenyataanya, pihak rekanan tidak menyelesaikan pengerjaan hingga akhir tahun 2010.

“Kapal baru tiba pada September 2011, jadi ada keterlambatan selama 10 bulan. Terdakwa H Musdim Baso selaku rekanan dinilai bertanggung jawab atas keterlambatan pekerjaan yang menyebakan kerugian ratusan juta rupiah,” tutup Anwar.


div>