SELASA , 20 FEBRUARI 2018

Tergiur Untung Besar, Makassar Sasaran Investor Abal-abal

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Kamis , 27 Februari 2014 17:29
Tergiur Untung Besar, Makassar Sasaran Investor Abal-abal

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kurang lebih dua bulan resmi beroperasi sebagai instansi pengawas lembaga keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional VI Sulawesi Maluku dan Papua (Sulampua) telah menerima sedikitnya 30 pengaduan dugaan investasi palsu di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.

Investasi-investasi bodong tersebut memiliki beragam motif, antara lain berupa investasi emas, komoditas, investasi proyek hingga perdagangan valuta asing (valas).

Menurut Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Rahmat Waluyanto mengatakan, dugaan investasi bodong tersebut banyak berasal dari Kota Makassar selaku pusat bisnis di Sulawesi Selatan. “Sebagian besar pengaduannya di Makassar, terdapat 30 pengaduan, 10 diantaranya pengaduan sebelum OJK terbentuk,” ungkapnya, Kamis (27/2/14).

Pengaduan dengan jumlah 30 kasus tersebut, menurut Rahmat terbilang cukup besar. Jumlah pengaduan tersebut membuat Sulsel ditempatkan di posisi tertinggi di regional VI untuk kasus investasi bodong.

“Kita akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam pengaduan ini. Karena terdapat beberapa pengaduan yang tidak masuk ranah OJK, tapi lebih ke pengak hukum seperti kepolisian,” beber Rahmat usai melantik Adnan Juanda sebagai Kepala Kantor OJK Regional VI kemarin.

Meski banyak investasi bodong namun Rahmat, enggan disebut hal itu sebagai cerminan OJK lemah dalam pengawasan. Pasalnya, kata dia, OJK selaku instansi yang memiliki otoritas dalam perizinan merasa tidak pernah memberikan izin kepada para pelaku investasi bodong tersebut.


div>