SELASA , 24 APRIL 2018

Terima Kasih “Sayang”

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Senin , 09 April 2018 12:00
Terima Kasih “Sayang”

Dok. RakyatSulsel

*SYL Goreskan Tinta Indah Kado untuk Guru

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Masa jabatan Gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo -Agus Arifin Nu’mang (Sayang) resmi berakhir pada 8 April 2018, kemarin.

Selama 10 tahun memimpin Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL) telah mencatat berbagai capaian yang membanggakan. Dua periode yang dilalui SYL tersebut adalah periode yang luar biasa. SYL dianggap telah memberikan karya terbaiknya buat masyarakat Sulawesi Selatan.

SYL dihadapan jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel menyampaikan terima kasihnya telah bersama dirinya selama dua periode kepemimpinannya. “Tentu saya ingin menyampaikan banyak hal, tetapi pasti tidak bisa saya rangkum dalam bahasa yang tepat,” ujar SYL.

SYL menyebutkan apa yang diraih Sulsel karena hadirnya para aparat ASN dan masyarakat yang baik. Menurutnya, selama 10 tahun telah ditorehkan prestasi nasional dan internasional dengan total 244 penghargaan dan pertumbuhan ekonomi naik 500 persen.

Walaupun jabatannya berakhir, dirinya ingin tetap akan berkontribusi untuk Sulsel dan Indonesia. “Tikungan itu bukan akhir dari perjalanan. Hari ini, saya akan tinggalkan kalian, saya mau lihat kabarnya besok lebih baik,” pungkasnya.

Diakhirnya jabatannya pun, SYL masih sempat menandatangi Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Tambahan Pendapatan Pegawai (TPP) atau Tunjangan Kinerja (Tukin) bagi guru. Pergub ini ditandatangani di Rumah Jabatan (rujab) gubernur, Jumat (6/4). Berkas itupun menjadi berkas terakhir yang ditandatangan oleh Syahrul Yasin Limpo.

Penandatanganan Pergub yang menandakan seluruh guru SMA, SMK, dan SLB di Sulsel berhak menerima tukin sebagaimana yang telah resmi menjadi hak bagi seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) non guru di Sulsel.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel, Ashari Fakhsirie Radjamilo mengatakan, berkas tersebut ditandatangani oleh SYL sekitar pukul 16.30 Wita. “Berkas terakhir yang ditandatangani oleh Pak Gubernur adalah peningkatan kesejahteraan. Sebagai Kepala BKD dan mewakili seluruh pegawai di Pemprov, saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pak Gubernur,” kata Ashari.

Ashari menyebutkan aturan pemberian tunjangan ini sudah ditunggu-tunggu oleh PNS sejak bulan Januari lalu. Hadirnya Pergub ini membuat PNS kembali menerima tunjangan pengganti Pakasi yang sudah ada sebelumnya.

“Ini bisa mencegah kami melakukan tindakan korupsi, karena mensejahterakan dan menjadi berkah bagi keluarga kami. Ini kado terindah bagi PNS termasuk guru,” pungkasnya.

Bubuhan tinta Syahrul di menit-menit akhir masa jabatannya itu memang disambut suka cita para guru, kepala sekolah, ribuan guru dan pegawai SMA, SMK dan SLB se-Sulsel yang memang menunggu pergub tersebut.

Tautoto Tana Ranggina yang juga akan dilantik hari ini sebagai Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel menegaskan, tugas pertamanya besok (hari ini) sebagai Pj Sekprov adalah melaporkan ke Pj Gubernur Soni Sumarsono terkait berbagai persoalan yang saat ini berkembang. Salah satunya adalah lanjutan SK Tunjangan Kinerja (Tukin) yang ditinggalkan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL).

“Tentu Tukin ini semuanya akan kita bicarakan dengan bapak, terkait dengan masalah-masalah yang berkembang dan kemungkinan bulan depan kita bicarakan,” Kata Toto, sapaan akrab Tautoto.

Usai disepakati oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dari SK Gubernur, Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) atau Tukin di lingkup Pemprov Sulsel dipastikan cair pada bulan April ini.

“Yang jelas April sudah kita bayarkan, kita rapel mulai bulan Januari,” kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Sulsel Andi Arwin Azis.

Pihaknya, kata dia, tinggal menunggu keputusan mengenai indeks keuangan daerah yang menunjukkkan kemampuan keuangan daerah untuk membiayai TPP tersebut.

Menurut dia, untuk indeks keuangan 20 persen dibutuhkan anggaran Rp692 miliar, 25 persen butuh Rp795 miliar dan 30 persen butuh Rp898 miliar. Sementara pihaknya telah menyiapkan anggaran sebesar Rp726 miliar di APBD 2018.

“Artinya kalau menggunakan indeks 25 persen, ada kekurangan sebesar Rp69 miliar, itu yang harus kita carikan pos anggaran yang bisa digeser, apalagi kalau indeks 30 persen yang dipakai,” tuturnya.

Terkait Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur mengenai TPP ini, pihaknya berharap Pergub tersebut akan ditandatangani oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo sebelum masa jabatannya berakhir pada 8 April mendatang. “Yang jelas kita upayakan tidak menyeberang ke Plt (Pelaksana Tugas Gubernur),” ucapnya.

Sementara itu Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Sulsel Muh Ramli Rahim. mengaku bersyukur dan berterima kasi kepada SYL yang telah menandatangani Pergub Tukin untuk guru tersebut.

“Terima kasih kanda Syahrul. Ini sesuatu yang kami di Ikatan Guru Indonesia (IGI) bersama tim 10 memperjuangkannya tiada henti. Mari guru Indonesia, kita ucapkan terima kasih kepada beliau atas kepeduliaannya terhadap dunia pendidikan, ” katanya.

SYL Memulainya dengan pendidikan gratis 10 tahun lalu, dan menutup masa jabatannya dengan menandatangani Tunjangan Kinerja untuk Guru Sulsel. “Semoga seluruh daerah di Indonesia segera menetapkan peraturan yang sama.Sekali lagi, kami ucapkan terima kasih Daeng Kawang, Sehat, Sukses dan senantiasa dalam lindungan Allah SWT,” kata Ramli. (*)


div>