MINGGU , 23 SEPTEMBER 2018

Terima SK Cagub, NH Undur Deklarasi

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 10 April 2017 10:38
Terima SK Cagub, NH Undur Deklarasi

ASEP/RAKYATSULSEL/D GOLKAR RESMI USUNG NH. Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Idrus Marham, Ketua Harian DPD Partai Golkar Sulsel M Roem, Nurdin Halid serta seluruh jajaran Partai Golkar usai penyerahan SK sebagai tanda resmi diusungnya Nurdin Halid sebagai bakal calon Gubernur Sulsel 2018, pada Rapat Konsolidasi Tim Pemenangan Pilgub Sulsel 2018, di Hotel Aryaduta Makassar, Minggu (9/4).

MAKASSAR,RakyatSulsel.com  – Sekretaris Jendral (Sekjen) DPP Golkar Idrus Marham, menyerahkan SK usungan Golkar untuk Pilgub Sulsel 2018 kepada Plt Ketua DPD Golkar Sulsel, Nurdin Halid. Serah terima SK tersebut, digelar di Hotel Aryaduta Makassar, Minggu (9/4) yang disaksikan seluruh ketua DPD II Golkar se Sulsel.

Idrus Marham mengatakan diusungnya Nurdin Halis sebagai Calon Gubernur Sulsel, tidak serta merta atas kehendak DPP, melainkan atas masukan, saran dan dorongan seluruh pengurus DPD II yang disetujui DPD I Golkar Sulsel. “Saya atas nama pengurus DPP Golkar menyerahkan SK rekomendasi ini kepada Nurdin Halid agar dapat dipergunakan dengan baik,” kata Idrus dalam prosesi penyerahan SK usungan Golkar di Pilgub Sulsel.

Setelah menyerahkan SK, Irdus menegaskan agar semua kader DPD I, II serta seluruh anggota dewan fraksi Golkar untuk bekerja keras memperjuangkan NH di Pilgub Sulsel nanti. “Harapan kita DPD I, II bekerja keras memenangkan pasangan NH di Gubernur Sulsel 2018,” kata Idrus.

Idrus menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada kader Golkar yang dinilai tidak patuh dan tidak menjalankan keputusan partai dalam pemenangan NH di Pilgub Sulsel 2018 mendatang. “Sanksi yang kita berikan kepada kader bandel yaitu teguran dan bisa saja kita proses pemecatannya,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut Idrus menyarankan kepada Nurdin Halid, sebelum menggelar deklarasi sebaiknya mengumumkan terlebih dahulu siapa Wakil alias calon pendampingnya, agar pada saat deklarasi bisa diketahui publik.

Hal tersebut lanjut dia, agar memberikan kejelasan kepada publik agar deklarasi tidak dilakukan berulang. “Ini bukan permintaan saya sebagai Sekjen. Tapi amanah dari pak ketua umum Setya Novanto agar calon Gubernur Sulsel 2018 bapak NH. Sebelum deklarasi sebaiknya mengumumkan duluan pendamping atau wakil yang akan mendampingi di Pilgub Sulsel, sebaiknya deklarasi sekalian dengan paketnya, supaya satu kali saja, tidak perlu diulang-ulang,” tutur Idrus.

[NEXT-RASUL]

Idrus Marham mengungkapkan alasan DPP Golkar memutuskan untuk mengusung Nurdin Halid di Pilgub 2018 mendatang, karena dianggap memiliki keberanian untuk melakukan terobosan sehingga melahirkan prestasi di partai. “Pak Nurdin itu kan mampu menjalankan tugas partai dengan baik di Sulsel yakni melakukan berbagai akselerasi untuk mencapai tujuan Partai Golkar Bangkit, Jaya, dan Menang,” kata Idrus.

Kedua, kata Idrus, DPP Partai Golkar memberikan rekomendasi kepada Nurdin Halid untuk maju pada Pilgub karena telah mendapat dukungan dari kader partai yang ada didaerah. “Pada Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Partai Golkar Bone lalu kan dukungan kepada Pak Nurdin ini dimulai, dan ini menjalar kepada daerah lain yang ada di Sulsel,” jelasnya.

Dan yang ketiga, kata dia adalah Nurdin Halid dianggap sebagai kader Partai Golkar yang memiliki keberanian untuk melakukan terobosan dalam membangun Sulsel. Ia menilai, Nurdin Halid sebagai kader Partai Golkar yang sangat berani melakukan perubahan. “DPP Partai Golkar melihat keberanian Pak Nurdin tersebut akan membawa terobosan yang baru untuk membangun Sulsel yang baru. Karena kita tidak mungkin membangun Sulsel, ketika tidak berani melakukan terobosan. Dan ini sudah dibuktikan oleh Pak Nurdin,” pungkansya.

Menurut Idrus, bukan hanya tiga alasan yang menjadikan Nurdin Halid diputuskan sebagai calon gubernur Sulsel usungan dari DPP. “Ada 15 alasan DPP yang dijadikan alasan DPP untuk memutuskan rekomendasi itu diberikan kepada Pak Nurdin, tapi untuk saat ini biarlah tiga dulu saya sebutkan. Nanti 12 alasan lainnya akan saya jelaskan pada waktu mendatang,” pungkasnya.

Sementara itu, Nurdin Halid yang mendengarkan langsung permintaan dan instruksi DPP, menegaskan kesediaan   maju sebagai Gubernur Sulsel 2018 dan mengikuti arahan yang diberikan oleh pengurus DPP. Oleh sebab itu, perihal deklarasi yang sebelumnya digadang-gadang di GOR Sudiang Makassar, diundur dan akan dilakukan rapat internal untuk pembahasan lebih lanjut terkait lokasi deklarasi.

Kemungkinan besar, kata Ketua Harian DPP Golkar itu, Deklarasi dijadwalkan setelah bulan puasa Ramadhan ini, karena akan dilakukan  berbagai persiapan lebih matang. “Sesuai masukan dan arahan DPP, deklarasi diundur setelah bulan puasa. Hal ini agar saya lakukan persiapan termasuk mengumumkan nama Wakil atau pendamping sebelum deklarasi nanti,” terang NH.

[NEXT-RASUL]

Meski jadwal deklarasi diundur, namun Ketua Koperasi seluruh indonesia itu menuturkan pertemuan tanggal 29 mendatang di GOR Sudiang Makassar tetap dilanjutkan, namun  bukan deklarasi melainkan hanya sebatas pertemuan biasa untuk mengumumkan kepada masyarakat umum perihal SK calon Gubernur Sulsel yang diterima. “Jadi, sekali lagi saya tegaskan, pertemuan tanggal 29 April mendatang tetap dilanjutkan, tapi bukan deklarasi melainkan publikasi SK calon Gubernur yang saya sudah terima,” tuturnya.

Nurdin Halid kembali menegaskan alasan dirinya maju di Pilgub Sulsel 2018 bukan karena kekuasaan tapi ingin mensejahterakan warga Sulsel. Kembali ke Sulsel, kata dia, karena adanya dorongan dan aspirasi dari masyarakat.

“Dengan niat membangun Sulsel dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, ditopang oleh amanah dan dorongan kader Golkar sehingga saya maju. Kalau berpikir hanya mencari kekuasaan dan keuntungan pribadi tidak mungkin saya mau jadi Gubernur, mendingan jadi pengusaha,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu juga, NH menyampaikan rasa bangga dan kesyukurannya atas dorongan semua pihak termasuk pengurus Golkar, untuk mendukungnya maju Pilgub. “Atas persetujuan ini, saya mohon jangan ada dusta diantara kita. Bekerja dan berjuang bersama. Jangan setengah setengah. Inilah saya nahkoda baru Sulsel mengantarkan masyarakat Sulsel menuju pulau harapan kesejahteraan,” tutup NH.

Di lokasi yang sama, Ketua Harian DPD I Golkar Sulsel, Muhammad Roem mengatakan, diusungnya NH menjadi bakal calon gubernur Sulsel berawal dari Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Kabupaten Bone. Saat itu, kata dia, NH diminta jangan hanya menjadi Pelaksana tugas (Plt) Ketua Golkar Sulsel, tapi ada baiknya maju dalam pemilihan Gubernur nanti. “Jangan hanya menjadi Plt Golkar Sulsel saja dan harus menjadi Gubernur Sulsel dan kami yakin bisa memenangkan NH dalam pemilihan gubernur nantinya,” kata Roem saat memberikan sambutan.

Pada kesempatan tersebut, Roem mengatakan, semua infrastruktur Partai Golkar di Sulsel sudah siap bekerja memenangkan Mantan Ketua PSSI ini di Pilgub. Bahkan sudah ada tim pemenangan diantaranya, Tim Gerakan Nurdin Halid Satu Tujuan (GNH17) yang di Ketuai oleh Idrus Marham dan Tim Fraksi Golkar se-Sulsel baik kabupaten/kota maupun provinsi. “Semua punya tim punya jaringan, tinggal dipermantap lagi,” pungkas Ketua DPRD Sulsel itu. (Yad-Ian/D)


div>