JUMAT , 14 DESEMBER 2018

Terima Vonis Hakim, Siti Fadilah Langsung Dieksekusi

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 22 Juni 2017 13:18
Terima Vonis Hakim, Siti Fadilah Langsung Dieksekusi

Mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah. foto: jpg

JAKARTA – Mantan Menteri Kesehatan RI Siti Fadilah Supari menyatakan menerima putusan majelis hakim yang dijatuhkan kepadanya. Hal itu menyusul vonis empat tahun penjara yang diterima Siti Fadilah pada 16 Juni 2017 lalu.

Kuasa Hukum Siti Fadilah, Kholidin mengatakan, meski menerima putusan hakim, bukan berarti Siti mengakui kesalahannya dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan di Kementerian Kesehatan pada 2005.

“Tapi saat ibu menerima kekalahan, karena jika melawanpun percuma jika tidak ada yang melek mata untuk menegakan keadilan untuk ibu, lihat saja pertimbangan putusannya,” kata Kholidin kepada wartawan, Kamis (22/6).

Kholidin menilai putusan majelis hakim sangat tidak adil. Sebab, ada fakta-fakta persidangan yang nyata yang tidak dipertimbangkan hakim. “Dan dasar hakim memutus dengan bukti yang minim dan sumir sekali,” papar Kholidin.

Sementara itu, Jaksa KPK Ali Fikri mengatakan, pihaknya juga menerima putusan hakim atas perkara Siti Fadilah. Pasalnya, Siti pun menerima putusan tersebut dan telah menyatakan siap membayar sisa uang pengganti dan pidana denda.

“Maka JPU juga terima karena putusan sudah memenuhi rasa keadilan masyarakat. Insya Allah hari ini Kamis eksekusi di Lapas Pondok Bambu,” kata Ali Fikri.

Seperti diketahui, selain pidana empat tahun penjara, Siti juga diwajibkan membayar denda Rp200 juta subsider dua bulan kurungan.

[NEXT-RASUL]

Menurut majelis hakim, Siti terbukti menyalahgunaan wewenang dalam kegiatan pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) guna mengantisipasi Kejadian Luar Biasa (KLB) tahun 2005, pada Pusat Penanggulangan Masalah Kesehatan (PPMK) Departemen Kesehatan.

Selain itu, Siti juga dinyatakan terbukti menerima suap sebesar Rp1,9 miliar. Uang tersebut diberikan oleh Direktur Keuangan PT Graha Ismaya Sri Wahyuningsih berupa Mandiri Traveller Cheque (MTC) sejumlah 20 lembar senilai Rp500 juta.

Kemudian, dari Rustam Syarifudin Pakaya yang diperoleh dari Direktur Utama PT Graha Ismaya, Masrizal Achmad Syarif sejumlah Rp1.375.000.000. Uang tersebut terdiri dari 50 lembar MTC senilai Rp1,2 miliar dan satu lembar MTC senilai Rp25 juta, dan sepuluh lembar MTC senilai Rp100 juta.

Menurut hakim uang-uang tersebut diberikan karena Siti telah menyetujui revisi anggaran untuk kegiatan pengadaan alkes I, serta memperbolehkan PT Graha Ismaya sebagai suplier pengadaan alkes I. (jpg)


div>