JUMAT , 25 MEI 2018

Terkait Pengamanan Di Rutan Dan Lapas Makassar

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Sabtu , 01 September 2012 10:13
Terkait Pengamanan Di Rutan Dan Lapas Makassar

Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana saat melakukan sidak di Lembaga Pemasyarakatan Makassar belum lama ini.

Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana saat melakukan sidak di Lembaga Pemasyarakatan Makassar belum lama ini.

RAKYAT SULSEL . MAKASSAR-Sejak Januari hingga Agustus 2012, sebanyak 15 penghuni Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Makassar tertangkap tangan terlibat kasus pengedaran dan penggunaan narkotika dalam Rutan dan Lapas. Pertanyaan pun kemudian muncul, bagaimana sebenarnya sistem pengamanan dan pengawasan di dua tempat ini?

KASUS terakhir yang terungkap, saat Tim Satuan Tugas (Satgas) Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan menggelar inspeksi mendadak (Sidak) Sabtu (5/5) lalu. Saat itu, berhasil ditemukan 15 paket sabu dengan total berat 10 gram di salah satu blok di Rutan. Barang haram tersebut ditemukan di Blok C2 Kamar 12 yang dihuni oleh Sapriudi.

Sabu-sabu yang telah dikemas dalam bentuk paket itu,  rencananya akan diedarkan kepada para penghuni di dalam Rutan. Selain barang bukti berupa sabu-sabu, Satgas Kemenkum HAM Sulsel juga menemukan alat isap (bong), tiga korek api, dan satu unit telepon seluler (ponsel).

Sebelumnya, Senin (30/4) lalu, petugas dari Satuan Narkoba Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar saat melakukan penggerebekan, juga menemukan barang haram narkoba di Rutan Makassar. Barang haram tersebut diakui merupakan milik dua bandar narkoba yang ditahan yakni Edi Kallo dan John Pie yang ditahan di kamar nomor 14 Blok A1.

Saat itu, polisi berhasil menemukan lima paket sabu-sabu seberat satu gram, dua butir ekstasi, dan alat hisap (bong).

Menanggapi hal itu, Kepala Rutan Kelas I Makassar, Indra mengatakan pihaknya akan terus berusaha meningkatkan pengawasan dalam Rutan.

Ia mengaku, pihaknya juga sering melakukan penggerebekan dalam setiap kamar tahanannya. “Kami akan lebih memperketat proses penawasan dalam rutan,” ujarnya, Jumat (31/8) kemarin.

Terpisah, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulselbar, Kombes Pol Chevy Ahmad Sopari saat ditemui di ruang kerjanya kemarin, juga ikut berkomentar terkait hal ini. Chevy mengatakan, salah satu penyebab seringnya barang haram narkotika lolos masuk dalam rutan yakni sistem yang berlaku dalam Rutan yang menggabungkan seluruh tahanan meskipun terlibat kasus yang berbeda.

Menurutnya, dengan digabungkannya tahanan dari berbagai kasus dapat saling mempengaruhi satu sama lain. Hal itu dinilai dapat menambah jumlah pengguna dan mempermudah peredaran narkoba.

“Yang perlu diubah dalam hal ini adalah sistem dalam Rutan yang menggabungkan para tahanan dari berbagai jenis kasus. Ini sudah tidak sesuai, banyak kemungkinan yang tidak diinginkan bisa terjadi kalau seperti itu,” tegas Chevy.

Selain itu, lanjut Chevy, adanya beberapa temuan yang mendapati tahanan membawa telepon seluler juga merupakan salah satu penyebab mudahnya narkoba terutama jenis sabu lolos masuk dalam tahanan. “Sebaiknya Rutan juga harus sudah memiliki telepon khusus untuk para tahanan yang ingin menghubungi keluarganya pada keadaan tertentu yang bisa disadap dan diketahui oleh pihak Rutan,” sarannya. (RS8/C)


Tag
div>