SELASA , 25 SEPTEMBER 2018

Terkait Randis, APDESI Kritik Bupati Bone

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 03 September 2012 11:07

RAKYAT SULSEL . BONE – Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Bone, Sri Rahayu Usmi, mengkritisi kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone, soal pembagian Kendaraan Dinas (Randis) berupa motor, untuk beberapa Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Bone yang tidak tepat sasaran.

Kritikan dan penolakan ketua Apdesi Cabang Bone ini terhadap Pemkab Bone terkait pembagian randis, diungkapkannya dalam jumpa persnya di Cafe Teras, Jalan Merdeka Watampone, Sabtu (1/9) lalu.

Ayu panggilan akrab Sri Rahayu yang juga Kepala Desa Mattirowalie, Kecamatan Bontocani ini, bahkan menolak untuk diberikan motor dinas dengan alasan pada tahun anggaran tahun 2009 lalu, ia sudah mendapatkan motor dinas.

“Saya sangat menyesalkan sikap Pemkab Bone yang tidak konsisten dan komitmen dengan keputusannya sendiri. Coba lihat list/daftar penerima randis (sambil memperlihatkannya kepada wartawan), masa’ ada beberapa nama kades yang tertera atau tertulis di list penerima randis namun saat pembagian randis tidak mendapatkan apa-apa, padahal ini yang telah disetujui oleh Pemkab Bone bersama DPRD Bone,” jelas Ayu.

Selain Ayu sudah pernah mendapatkan motor dinas, ia juga kecewa dengan penyaluran motor tersebut, sebab dalam data penerima motor dinas, ditemukan ada beberapa kepala desa sudah mendapatkan motor pada tahun anggaran 2009 lalu, namun pada tahun 2012 masih mendapatkan lagi.

Sehingga penyaluran motor dinas itu menguatkan dugaan sebelumnya, bahwa randis tersebut akan menjadi alat penguatan politik kandidat Bupati Bone HAM Irsan Idris Galigo, putra HAM Idris Galigo, Bupati Bone dua periode ini. “Katanya tidak ada tendensi politik, tapi kalau seperti ini, apa namanya kalau bukan menjadi alat politik, ada yang dobel ada yang tidak dapat,” ungkapnya.

“Tidak perlu saya sebut, siapa yang dapat dua kali motornya, cukup saya sendiri, saya sudah dapat tahun 2009 lalu, saya lihat adalagi namaku dilist penerima, tapi saya tidak mau terima,bahkan ada yang tidak ada namanya namun menerima. Ada apa ini, tentu ini erat kaitannya atau ada tendensi politiknya,” ujar Ayu lebih lanjut.

Selain ada yang mendapatkan dua kendaraan dinas, ada juga ada namanya dalam daftar penerima, namun kenyataannya mereka tidak mendapatkan motor tersebut, seperti Kepala Desa Kading, Kecamatan Awampone Andi Tuti Margono, dan Kepala Desa Ulo, Kecamatan Tellusiatting’e Andi Kuseyyeng. “Saya ada namaku, tapi saya mengerti kenapa saya tidak dapat motor,” ujar Tuti.

Sebelumnya Bupati Bone Andi Idris Galigo mengatakan, dalam pemberian motor dinas sama sekali tidak ada kepentingan politik, bahkan Idris mengatakan, bagi kepada kepala desa yang memenuhi syarat pasti diberi, syarat yang dimaksudkan, yakni diprioritaskan yang belum pernah mendapatkan motor.

“Kita rencanakan semua dapat motor, makanya  kalau misalnya sudah mendapat motor tahun 2009 , dan dapat lagi tahun ini, motor lamanya diberikan kepada Sekdes,” tutur Idris Galigo beberapa waktu lalu. (k19/dj/D)


Tag
div>