SABTU , 22 SEPTEMBER 2018

Terkesan Ulur Waktu, Tim TP Nilai KPU Parepare Tidak Profesional

Reporter:

Fahrullah

Editor:

Ridwan Lallo

Kamis , 24 Mei 2018 15:55
Terkesan Ulur Waktu, Tim TP Nilai KPU Parepare Tidak Profesional

int

– KPU Parepare: Paling Lambat Sabtu Kita Pleno

PAREPARE, RAKSUL.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) lagi-lagi dinilai menunjukkan sikap yang menguatkan indikasi lembaga tersebut tidak profesional dan independen.

Tim Pemenangan Taufan-Pangerang, yang datang di Kantor KPU Parepare untuk meminta keadilan pasca salinan putusan Mahkama Agung (MA) turun, langsung menanyakan soal belum juga KPU memplenokan status paslon Taufan-Pangerang (TP).

Ketua Tim Pemenangan TP, Ir. Kaharuddin Kadir menilai sikap KPU Parepare itu jauh dari harapan masyarakat.

“Di sini kami datang minta keadilan ke (KPU) yang telah mendiskualifikasi calon kami. Gugatan kami dikabulkan oleh lembaga peradilan tertinggi di negara kita (MA), artinya mereka harus mengembalikan status paslon kami sesegera mungkin,” tegas Kaharuddin. Rabu (24/5/2018).

Kaharuddin mengungkapkan, kedatangannya hanya diterima oleh satu orang komisioner. Ketua KPU Parepare Nur Nahdiyah, Bidang hukum Hasruddin berangkat ke Jakarta menjemput fisik salinan di Mahkama Agung RI, padahal salinan putusan itu sudah masuk ke email resmi KPUD Parepare.

“Alasannya komisioner lain keluar kota,” ucap Ketua DPRD Parepare ini.

Kaharuddin mengatakan, justru sikap berbeda ditunjukkan Komisioner KPU jelang mengeluarkan keputusan diskualifikasi Paslon TP beberapa waktu lalu.

“Komisioner bahkan menggelar rapat pleno pukul 03.00 dini hari hanya untuk secepatnya mendiskualifikasi Paslon kami. Artinya jangan mempertontonkan sikap tidak adil di hadapan publik, karena KPU itu adalah lembaga yang dituntut publik untuk independen,” ungkap Kaharuddin Kadir.

Sementara itu, salah satu komisioner KPU Parepare, Mursalim, membantah jika pihaknya sengaja mengulur waktu untuk melakukan pleno terkait perintah MA yang wajib mengembalikan Taufan Pawe-Pangerang sebagai kontestan Pilkada.

Mursalim, yang juga salah satu dosen Perguruan Tinggi Amsir itu mengaku sudah profesional menjalankan perintah Undang-undang.

“Kalau ada yang bilang kita ada upaya meghalang-halangi atau mengulur waktu itu tidak benar. Kita butuh proses ketelitian dan kehati-hatian,” dalih Mursalim.

Lagi pula, kata dia, pleno belum dapat dilakukan jika seluruh komisioner tidak hadir.

Namun dia berjanji, pleno baru akan digelar selambat-lambatnya tanggal 26 Mei 2018 mendatang.

“Kami sudah melakukan upaya untuk segera mungkin menindaklanjuti perintah Undang-undang itu. Paling lambat hari Sabtu,” ungkap Mursalim.

Sebelumnya, Ketua KPU Parepare yang dihubungi sejumlah Jurnalis mengaku jika pleno pengembalian status paslon TP rencananya digelar 24 Mei. (*)


div>