SENIN , 19 NOVEMBER 2018

TERKUAK! Fakta Mengapa Djoko Tjandra Sulit Ditangkap

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 26 April 2016 11:02
TERKUAK! Fakta Mengapa Djoko Tjandra Sulit Ditangkap

Jaksa Agung HM Prasetyo

RakyatSulsel.com — Keberhasilan menangkap buron Samadikun Hartono membuat Kejaksaan Agung (Kejagung) makin bersemangat menangkap para buruan tajir lainnya.

Salah satunya, yang juga sedang diendus, adalah buron kasus cessie atau hak tagih Bank Bali Djoko Tjandra.

Jaksa Agung M. Prasetyo menjelaskan, ada berbagai cara yang dilakukan buron untuk menggagalkan upaya pengejaran terhadap mereka. Kalau Samadikun memiliki lima paspor, buron yang lain memiliki cara berbeda.

“Djoko Tjandra memilih beralih status kewarganegaraan menjadi warga Papua New Guinea (PNG/Papua Nugini, Red),” ucapnya.

Informasi terbaru, Djoko di PNG mendapat perlakuan istimewa karena memberikan sumbangan yang jumlahnya fantastis kepada pemerintah setempat.

Sumbangan itu berbalas perlindungan dari kejaran aparat Indonesia sejak dia jadi buron pada 2009.

[NEXT-RASUL]

“Ini informasi terbaru yang didapatkan Kejagung. Bisa jadi uang itu berasal dari hasil korupsi,” ujar jaksa agung saat ditemui di kompleks kantor Kejagung kemarin (25/4).

Prasetyo menyebutkan, kalau bisa membuntuti dan menemukan para buron tersebut di sebuah tempat, penyidik Kejagung tidak dapat langsung menangkap dan membawa mereka pulang. “Semua itu harus seizin pemerintah di tempat buron tersebut,” katanya.

Lalu, cara apa yang bisa dilakukan untuk menangkap Djoko? Prasetyo menuturkan bahwa jalan satu-satunya hanya bisa berharap mendapatkan izin dari pemerintah PNG.

Seperti halnya dari pemerintah Singapura dan Tiongkok yang membantu menangkap Hartawan Aluwi dan Samadikun.

“Kalau negara tempat pelarian masih melindungi mereka, kami akan sangat kesulitan,” ujarnya.

Soal kasus BLBI yang melibatkan Samadikun, Kejagung juga masih berupaya mendapatkan uang pengganti darinya. Prasetyo menjelaskan, Samadikun hingga saat ini belum memberikan jawaban apakah berkenan membayar uang pengganti atau tidak.

[NEXT-RASUL]

“Namun, mau tidak mau, Kejagung akan melakukan berbagai cara agar uang negara itu kembali,” tegasnya.

Hingga kapan Samadikun diberi waktu? Prasetyo mengatakan bahwa semua pihak akan dapat melihatnya nanti. Saat ini Samadikun sudah dipenjara sehingga akan jauh lebih mudah menagihnya.

Soal kemungkinan ada pejabat politik yang terlibat kasus BLBI dan belum diproses, Kejagung justru meminta semua pihak yang memiliki informasi tersebut bisa memberikan infonya.

Korps Adhyaksa berupaya tidak akan membuat disparitas atas setiap kasus korupsi. “Informasikan saja ke kami. Di sini tidak ada disparitas. Semua akan ditangani.”(byu/idr/c9/kim)


div>