MINGGU , 20 JANUARI 2019

Terlibat Pengaturan Nota, Pemilik Toko Jadi Tersangka Kasus Korupsi di Desa Tungka

Reporter:

Iskanto

Editor:

Selasa , 08 Januari 2019 11:53
Terlibat Pengaturan Nota, Pemilik Toko Jadi Tersangka Kasus Korupsi di Desa Tungka

Ilustrasi

ENREKANG, RAKYATSULSEL.COM – Polres Enrekang kembali menetapkan satu orang sebagai tersangka baru kasus korupsi Desa Tungka, Kecamatan Enrekang. Hal tersebut dikatakan oleh Kasat Reskrim Polres Enrekang AKP Muh Hatta, Senin (7/1).

Ia menjelaskan, tersangka baru tersebut atas nama Mukhlis yang merupakan pemilik toko penyedia barang. Keberhasilan Polres Enrekang tersebut berdasarkan pada hasil pengembangan yang dilakukan oleh satuannya.

“Ada penambahan satu tersangka lagi dalam kasus ini, yaitu pemilik toko. Sekarang sudah ada tiga orang yang ditetapkan jadi tersangka,” kata AKP Muh Hatta.

Ia menjelaskan, keterlibatan Mukhlis diduga terjadi pada permainan dalam pengaturan nota barang.

Kasus korupsi tersebut berdasarkan hasil audir BPKP Sulsel telah merugikan negara sebesar Rp492 juta. Dimana merupakan kasus korupsi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Desa Tungka.

Sebelumnya, Polres Enrekang telah menetapkan dua tersangka dalam kasus karupsi tersebut, yakni Mantan Kepala Desa Tungka, Andi Saharuddin (40) dan Bendahara Desa Tungka, Saenal.

Kedua tersangka tersebut diduga melakukan penyalahgunaan anggaran hingga merugikan Negara dari Pagu Tahun 2016 – 2017 senilai Rp1,2 miliar.

Dengan munculnya tersangka baru, berarti telah ada tiga tersangka dalam kasus tersebut. Dalam waktu dekat Polres Enrekang dalam hal ini Kasat Reskrim akan segera melimpahkan berkas ketiga tersangka ke Kejaksaan Negeri Enrekang. (qurniawan)


div>