RABU , 21 NOVEMBER 2018

Ternak Mati di Kebun Karet, PT Lonsum Minta Dewan Lakukan Investigasi

Reporter:

Salahuddin

Editor:

Iskanto

Kamis , 25 Oktober 2018 15:45
Ternak Mati di Kebun Karet, PT Lonsum Minta Dewan Lakukan Investigasi

Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi B DPRD Bulukumba dengan manajemen PT Lonsum serta Pemkab Bulukumba, Rabu (24/10).

BULUKUMBA, RAKYATSULSEL.COM – Puluhan ternak warga mati diarea kebun karet milik PT Lonsum. Ternak jenis sapi yang mati diareal kebun karet diduga diracuni pekerja PT Lonsum. Warga menduga, racun dimasukkan ke dalam buah pisang yang dimakan oleh ternak.

Kecurigaan masyarakat terhadap ternak yang mati karena pada area tersebut sebelumnya tidak diperkenankan untuk dijadikan tempat merumput bagi sapi yang dimiliki oleh warga. Setelah diperkenankan, justru ternak tersebut mati seperti keracunan.

Puluhan ternak sapi warga yang mati menjadi bahan perdebatan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi B DPRD Bulukumba dengan manajemen PT Lonsum serta Pemkab Bulukumba, Rabu (24/10).

Ketua Komisi B DPRD Bulukumba, Fahidin mengaku menerima aspirasi dari warga terkait adanya ternak yang mati setelah makan rumput diarea PT Lonsum. Masyarakat yang ternaknya mengalami kematian antara lain H Anwar, Ali Muhta, Rani Yahya, Ali Muhtar, Anok, Erwin Anok, A. Syarifuddin, Nasrun K, Saparuddin, Asri dan Parajai.

Manager PT. Lonsum Balombessi Estate, Osten Panjaitan mengatakan kematian ternak warga yang diduga dilakukan oleh PT Lonsum sama sekali tidak benar. Managenen PT Lonsum tidak pernah memberikan instruksi terhadap karyawan untuk meracuni atau menebar racun bagi ternak warga yang ada di sekitar perusahaan.

Kadis Peternakan Bulukumba, dr Rustinah, mengaku belum pernah menerima keluhan dari warga maupun petugas peternakan terkait adanya puluhan ternak mati di area perkebunan PT Lonsum.

Humas PT Lonsum Rusli, meminta DPRD untuk menelusuri lebih jauh terkait matinya ternak warga. Apakah pada area replanting atau bukan.

Rusli menegaskan, pada dasarnya PT Lonsum tidak akan merugikan warga sekitarnya. Untuk itu pihaknya meminta DPRD segera menyelesaikan permasalahan ini dengan menurunkan tim investigasi yang didalamnya ada pihak kepolisian, agar jelas penyebab matinya ternak warga. (*)


div>