SABTU , 18 AGUSTUS 2018

Ternyata Bukan Soal Harga, Tapi Dua Investor Ini Mau Menambang di Wilayah PT Vale

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Selasa , 15 September 2015 20:34
Ternyata Bukan Soal Harga, Tapi Dua Investor Ini Mau Menambang di Wilayah PT Vale

ilustrasi

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Dua investor nikel, PT Yinyi dan PT SMS membatalkan kontrak karya dengan PT Vale Indonesia untuk pengelolaan biji nikel kadar rendah. Mengapa mereka membatalkan?

Sekretaris Dinas Pertambangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral Sulsel, Syamsul Bahri, menjelaskan ada tiga persoalan sehingga tidak ada kesepakatan untuk pengelolaan nikel berkadar rendah antara kedua investor dengan PT Vale.

Diantaranya, kedua investor ingin menambang sendiri di dalam wilayah kontrak karya PT Vale. Hal tersebut tentu saja tidak bisa dilakukan karena bertentangan dengan undang-undang.

“Sejak awal kesepakatannya adalah kerjasama pengelolaan nikel berkadar rendah atau dibawah 1,6 persen. Investor ini cukup membangun industri atau pabriknya, PT Vale menyuplai materialnya. Karena, nikel dengan kadar dibawah 1,6 persen ini memang sudah tidak dipakai oleh Vale. Nah, mereka menginginkan menambang sendiri, karena ada selisih harga yang cukup tinggi disana,” terangnya, Selasa (15/9/15).

Masalah lainnya, kata Syamsul Bahri, tidak ada kesepakatan dalam hal organisasi. Dua investor ini diharuskan bekerjasama dengan pemerintah provinsi dan pemerintah daerah. Namun, hal tersebut tidak terjadi hingga saat ini.

“Yang terjadi adalah, dua investor ini tidak bekerjasama dengan pihak pemerintah provinsi ataupun daerah,” ungkapnya.

[NEXT-RASUL]

ā€ˇSyamsul menilai, harga nikel yang anjlok saat ini tidak tepat dijadikan alasan kedua investor tersebut untuk membatalkan kerjasama. Mengingat, harga nikel fluktuatif.

“Harga nikel itu memang naik turun. Sekarang bisa saja anjlok, tapi ke depan pasti naik lagi. Jadi, saya rasa itu bukan alasan. Tapi, saya yakin, ada banyak investor yang tertarik mengelola nikel berkadar rendah ini,” ujarnya.

Sementara, pihak PT Vale Indonesia, PT Nyinyi, dan PT SMS yang berusaha dikonfirmasi terkait pembatalan kerjasama tersebut enggan berkomentar.

Diberitakan sebelumnya, PT Yinyi dan PT SMS akhirnya membatalkan kontrak karya dengan PT Vale Indonesia untuk pengelolaan biji nikel kadar rendah. Mereka beralasan anjlok harga nikel tidak menjanjikan secara ekonomi. (Baca Juga: Harga Nikel Anjlok, Dua Investor Batalkan Kontrak dengan PT Vale)


div>