SENIN , 22 OKTOBER 2018

Ternyata, Hotel-hotel di Mamminasata Hisap Air Dalam Tanah

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Rabu , 13 Januari 2016 19:53

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Unit Pusat Pengelolaan Ekoregion (PPE) Sulawesi dan Maluku Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Men LHK) RI mulai fokus ke permasalahan ketersediaan air kawasan Mamminasata.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLHD) Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Hasbi Nur mengungkapkan, saat ini pihak Men-LHK baru mengacu pada air permukaan. “Dia masih melihat sumber airnya dari sungai Jeneberang, Tallo, Pappa, dan Gamantu. Belum dilihat dari air bawah tanah. Jadi, neraca air ini berdasarkan sumber air permukaan,” terang Hasbi di ruang kerjanya, Rabu (13/1).

Ia menilai, bila melihat laju kerusakan hutan dan laju perubahan pemanfaatan lahan, maka kecenderungannya akan membuat ketersediaan air tawar semakin kecil ke depannya. Sebab, kata dia, sumber air di hutan semakin kurang, khususnya daerah Mamminasata.

“Untuk mendapatkan sumber air tawar sangat susah. Yang kita harapkan selama ini hanya bersumber dari sungai,” tuturnya.

Selain itu, Hasbi pun mempermasalahkan terkait belum adanya aturan yang membatasi jumlah pemanfaatan air tanah dalam di Mammninasata. Menurutnya, rata-rata hotel menggunakan air dalam tanah.

“Kalau kita tidak kendalikan itu berapa liter per detik dia (pihak hotel) digunakan, maka air tawar semakin sulit. Apalagi, pertumbuhan hotel di Sulsel sangat pesat,” ucapnya.

Hasbi pun berharap, pembuatan IPA Mamminasata secepatnya selesai. Jika tidak, kata dia, air limbah masyarakat akan meresap ke dalam tanah serta menyebabkan air tanah menjadi kotor.

“Ke depan, biaya untuk mendapatkan air tawar semakin besar karena biaya pengolahannya semakin besar,” ungkapnya.

Hasbi menambahkan, belum lagi dikaitkan dengan perubahan iklim. Menurutnya, dari hasil penelitian yang dilakukan bahwa musim hujan akan semakin pendek dan musim kemarau semakin panjang. “Mau tidak mau menyebabkan penyebaran air dalam satu tahun semakin kurang. Itu akan sangat mempengaruhi,” ujarnya.


div>