JUMAT , 16 NOVEMBER 2018

Teror, Cekal dan Tunda

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Kamis , 13 April 2017 10:12
Teror, Cekal dan Tunda

ADNAN PURICHTA IYL

SELASA, 11 April, kita dikejutkan dengan kabar teror terhadap salah satu penyidik KPK, Novel Baswedan. Figur yang selama ini begitu populer di masyarakat getol menangani dan mengungkap kasus korupsi-korupsi besar.

Biadab. Kata itu banyak diungkapkan oleh publik terkait kejadian ini. Meskipun Allah SWT memperlihatkan perlindungannya pada Novel. Air keras yang disiramkan ke Novel dinilai masih meleset dari bagian tubuh yang disasar pelaku.

Pasca kejadian itu, banyak spekulasi yang muncul. Ada tiga hal yang memang setidaknya ramai di media mainstream dan media sosial di hari itu. Selain teror ke Novel, ada juga pencekalan Ketua DPR yang juga Ketua Golkar, Setya Novanto ke luar negeri oleh KPK terkait kasus megakorupsi E-KTP.

Satunya lagi soal penundaan pembacaan tuntutan atas terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau lebih dikenal dengan panggilan Ahok.

Tiga hal itu menjadi hal utama yang membumbui media sosial hari itu. Di media-media online, mereka berlomba melaporkan kondisi ter update dari Novel, mengupas soal pencekalan Setnov dan menampilkan spekulasi-spekulasi soal keputusan penundaan pembacaan tuntutan pada tersangka penistaan agama.

Kemarin, media cetak juga tak kalah ramai mengangkat soal kejadian itu. Di media sosial ada yang mengaitkan ketiga hal itu. Wallahu a’lam bish-shawabi.

Namun yang pasti, apa yang terjadi atas Novel membuktikan ada upaya melemahkan perlawanan atas korupsi.

Sebagai masyarakat sadar hukum dan masyarakat yang cinta dengan negeri ini, tentu kita kuatir dengan teror atas Novel yang banyak diindikasikan sebagai upaya melemahkan perlawanan atas korupsi. Salamaki’ tapada salama. (*)


Tag
  • vox adnan
  •  
    div>