RABU , 23 MEI 2018

Teror Hantui Panwaslu Makassar

Reporter:

Fahrullah - Armansyah - Ramlan

Editor:

asharabdullah

Rabu , 09 Mei 2018 12:47
Teror Hantui Panwaslu Makassar

int

– Jelang Putusan Sidang DIAmi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Tak hanya unjuk rasa yang mewarnai sidang sengketa Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar di Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu). Teror juga mulai dikirimkan kepada Ketua Panwaslu Makassar, Nursari. Mulai dari bangkai ayam hingga pesan singkat.

Humas Panwaslu Makassar, Muhammad Maulana, mengungkapkan, ada teror yang dilakukan Orang Tak Dikenal (OTK) terhadap Ketua Panwaslu Makassar, Nursari. Teror berupa bangkai ayam dan tulisan ancaman dikirim ke kediaman Nursari.

“Teror SMS juga ada dari sejumlah nomor, hanya saja pimpinan merespon biasa-biasa saja. Pesannya bermacam-macam redaksinya,” ungkap Maulana, Selasa (8/5) kemarin.

Teror tersebut diduga berkaitan dengan pelaksanaan sidang sengketa Pilwalkot Makassar. Dimana pasangan Moh Ramdhan “Danny” Pomanto – Indira Mulyasari (DIAmi) mengajukan gugatan kepada Panwaslu, setelah pasangan nomor urut 2 tersebut didiskualifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar.

“Kami belum bisa pastikan, apakah berkaitan dengan sidang musyawarah sengketa atau tidak. Tapi dugaan sementara terkait itu, karena peristiwanya terjadi pada saat proses sidang,” jelasnya.

Menurut Maulana, dua teror yang didapatkan Ketua Panwaslu Makassar, belum dilaporkan kepada pihak berwajib dalam hal ini kepolisian. Tetapi, pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan terkait adanya teror berupa bungkusan bangkai ayam dan ancaman.

“Laporan secara resmi belum. Tapi dari Polsek Wajo sementara melakukan penyelidikan,” ujarnya.

Kepolisian telah mengambil rekaman CCTV yang ada di kediaman Ketua Panwaslu Makassar. Dalam rekaman tersebut, ada dua pengendara sepeda motor berboncengan. Salah satu dari mereka kemudian meletakkan bungkusan tersebut di depan pagar rumah Nursari.

“Hanya kelihatan menggunakan helm tertutup saja, pelaku mengenakan jaket jeans,” imbuhnya.
Tak hanya teror untuk Ketua Panwaslu Makassar, Nursari, sebelumnya posko DIAmi juga diserang OTK. Salah satu relawan Munafri Arifuddin – Rachmatika Dewi (Appi – Cicu), bahkan ditebas OTK.

Menanggapi kondisi tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal, mengatakan, kondisi Kota Makassar saat ini harus disikapi dengan kepala dingin. Mencegah tidak terjadi hal yang diinginkan, pihaknya bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) intens melakukan koordinasi.

“Koordinasi dengan Forkopimda makin intensif,” kata Deng Ical, sapaan akrabnya, saat dihubungi terpisah.

Pihaknya akan berbagi informasi kepada semua elemen. Juga mengimbau kepada masyarakat Kota Makassar untuk tidak mudah terpancing.

“Terutama imbauan kepada dua kubu masing-masing untuk bisa menahan diri. Silahkan berjuang karena memang kewajiban kita untuk berusaha maksimal, tapi selalu dalam bingkai aturan dan kultur sipakatau dan sipakainge,” pesannya.

Terpisah, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, mengaku sangat menyayangkan adanya kejadian ini. Hal ini pun menjadi atensi khusus terhadap kepolisian agar mengantisipasi adanya potensi terjadinya insiden serupa.

“Untuk masyarakat Sulsel, terutama Makassar harus bisa menerima keputusan hukum, baik itu keputusan dari Mahkamah Agung atau mungkin keputusan dari yang lain,” imbaunya.

Menurutnya, pelaksanaan pilkada pada bulan Juni mendatang seharusnya dapat berlangsung kondusif. Ia berharap para relawan kedua pasangan calon Wali Kota Makassar tidak mudah tersulut emosi.

“Kan pilkada akan dilaksanakan pada bulan Juni nanti, apalagi ini menjelang bulan puasa. Jadi, kita harapkan semua bisa menahan diri, harus bisa saling menghargai,” terangnya.

Dicky juga mengimbau kepada seluruh relawan dan masyarakat Kota Makassar agar tidak bertindak anarkis. Kepolisian akan menindak tegas tanpa pandang bulu.

“Kalau mereka tetap berbuat hal demikian, maka polisi akan bertindak tegas siapapun yang bertindak anarkis. Yang berbuat tindak pidana, akan kami kejar. Kami tidak akan pandang bulu, ini kelompok siapa, itu kelompok siapa. Tapi, jika ia melakukan tindakan yang bersifat anarkis, apalagi melakukan tindak pidana, kita proses nanti,” tegasnya

Pihaknya juga kerap mengimbau masyarakat agar lebih dewasa menghadapi keputusan yang telah ditetapkan. Terlebih kepada relawan dari kedua pasangan calon.

“Jangan ada terprovokasi. Jangan terlalu emosi juga menghadapi masalah ini,” lanjutnya.

Untuk mengantisipasi potensi kerawanan yang dinamis, kepolisian berencana memediasi kedua kelompok agar mereka semua bisa menahan diri. Baik kelompok DIAmi, maupun Appi – Cicu.
Semuanya harus bisa menahan diri, jangan melampiaskan ketidakpuasan, karena yang rugi adalah Makassar sendiri.

“Sudah dibangun Makassar capek-capek, lalu dirusak, tentu kita semua yang rugi. Jadi, kita berikanlah kepada masyarakat Indonesia bahwa Makassar itu meskipun ada pilkada, tapi tetap kondusif,” imbuhnya. (*)


div>