SELASA , 21 AGUSTUS 2018

Terpidana Jaringan Santoso Dipindahkan ke Makassar

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 21 April 2016 20:00
Terpidana Jaringan Santoso Dipindahkan ke Makassar

Mobil Toyota Kijang Innova dengan nomor polisi DD 168 UR membawa dua terpidana teroris jaringan Santoso, yakni Hasan Jaehari alias Abu Yasid dan Farid Ramli Hamzah alias Farid alias Ramli ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Makassar, Jl Sultan Alauddin, Kamis (21/4). foto: asep/rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Tiga terpidana jaringan Santoso yang sempat ditahan di Rumah Tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, Jakarta, kini dipindahkan ke Lembaga Permasyarakatan Makassar dan Bolangi Kabupaten Gowa, diantaranya Hasan Jaehari Alis Abu Yasid dan Farid Ramli Hamza alias Farid alias Ramli dan Rosmawati alias Ros Alias Ummu Yasid, Kamis (21/4)

Kepala Kejaksaan Negeri Makassar, Deddy Suwardy Surachman, mengatakan, setibanya di Makassar pada pukul 14.00 WITA, ketiganya langsung dimasukkan ke dalam lapas dengan pengawalan ketat. “Dari tiga tahanana tororis, terdapat satu wanita (Rosmawati) langsung dibawa ke lapas wanita Bollangi yang dua kita tempatkan di Lapas Makassar,” katanya.

Deddy mengatakan, ketiganya sudah menjalani sidang pada di Pengadilan Negeri Jakarta Utara dengan hukuman berbeda-berda pada November 2015 lalu. “Rosmawati mendapatkan hukuman tiga tahun penjara denda Rp50 juta subsider satu bulan kurungan, Hasan divonis hakim lima tahun empat bulan denda Rp50 juta, dan Farid divonis enam tahun penjara denda Rp1 miliar,” ujarnya.

Dari ketiga terpidanan tersebut Rosmawati yang mengetahui sejumlah kegiatan kelompok Santoso mulai dari latihan hingga penggumpulan dana. “Rosmawati yang memili rekening dan membiayai sejumlah kegiatan kelompok Santoso yang ada di Gunung Buri Taman Jeka Poso sedangakan yang dua (Hasan dan Farid) melakukan latihan militer untuk mempersiapkan penyerangan terhadap orang-orang yang dianggap kafir, seperti pihak Kepolisian dan TNI dan melakukan pencurian,” jelasnya.

Deddy mengatakan, pemindahan para tahan teroris merupakan kesepakatan rapat bersama dari empat instasi yang terkait, yakni Kementerian Hukum dan HAM, Badan Nasional Penanggulanga Teroris, Kejaksaan Agung, dan Kepolisian setelah melakuan rapat.

Dengan ini terdapat delapan terpidana teroris yang menjani hukuman di Rutan Makassar. Selain dari ketiga tersebut diantaranya, yakni Atok Margono alias Riyanto, Ambo Intang, dan Muhammad Fadly Ghani yang dipindahkan pada 1 Oktober 2015 lalu dan Asrul Riyadi alias Nasrullah dan Nur Chandra alias Burhan alias Arif Suharto, yang dipindahkan, Rabu 20 April 2016 lalu. (***)


div>