SENIN , 20 NOVEMBER 2017

Terpidana Pengrusakan Gembok Hirup Udara Bebas

Reporter:

Editor:

Lukman

Rabu , 13 September 2017 17:59
Terpidana Pengrusakan Gembok Hirup Udara Bebas

Terpidana Kasus pengrusakan gembok saat keluar dari rutan Pangkep,,Rabu (13/09).

PANGKEP, RAKYATSULSEL.COM – Terpidana Kasus pengrusakan gembok, yang mendudukan satu keluarga di Kecamatan Segeri, Pangkep resmi menghirup udara bebas, Rabu (13/09).

Kepastian bebasnya terpidana yang melibatkan Baharuddin (65) beserta dengan istrinya Nurlaela, Sushanty Bahar, (anak) dan Muhamad Aksa (menantu) tersebut disampaikan anak terpidana Baharuddin, Sulfithri.

“Alhamdulillah, bapak sama ibu sama kakak sudah bebas hari ini, setelah menjalani 3 bulan masa tahanan, mudah mudahan ada hikmah dari kejadian ini,” tutur Sulfithri.

Ditanyakan terkait langkah hukum terhadap pelapor yang telah menjebloskan orang tuanya ke lapas, perempuan yang akrab disapa fitri tersebut, memilih menyerahkan sepenuhnya ke kuasa hukumnya.

“Saya serahkan sepenuhnya sama kuasa hukum dari LBH Makassar, pasti akan ada pembicaraan itu, tapi untuk saat ini saya masih fokus melepas rindu dengan bapak dan ibu”, tambahnya.

Sebelumnya keempat terpidana dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan pengrusakan secara bersama-sama di muka umum. Oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Pangkep, dan dijatuhi vonis 3 bulan hukuman penjara dipotong massa tahanan.

Putusan tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni hukuman lima bulan penjara.

Diketahui dari awal kasus ini, keempat terpidana dikabarkan langsung dijebloskan ke Rutan kelas II B, Pangkep, sebagai tahanan titipan oleh Polda Sulsel dan Kejati Sulsel, bahkan kasus yang awalnya merupakan perdata tersebut mendapat perhatian khusus Komisi Yudisial (KY).


div>