RABU , 13 DESEMBER 2017

Terpilih Aklamasi, Sadiq Target Pembangunan 20 Ribu Unit Rumah

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Rabu , 11 Oktober 2017 14:28
Terpilih Aklamasi, Sadiq Target Pembangunan 20 Ribu Unit Rumah

MUSDA REI SULSEL. Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo disaksikan Direktur Rumah Umum dan Komersial Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Dadang Rukmana, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto, Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata, dan Ketua DPD REI Sulsel periode 2014-2017 Arief Mone, memukul gong sebagai tanda pembukaan Musda XII REI Sulsel, di Grand Clarion Hotel & Convention Makassar, Senin (9/10). foto: ABDULLAH RATTINGAN/RAKYAT SULSEL

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Owner Zarindah Group, HM Sadiq, terpilih menjadi Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Realestat Indonesia (REI) Sulsel periode 2017-2020 mendatang. Sebanyak 171 orang anggora REI Sulsel secara aklamasi memberikan dukungannya kepada Sadiq pada Musyawarah Daerah (Musda) XII REI Sulsel di Grand Clarion Hotel & Convention Makassar, Senin (9/10).

Sadiq berterima kasih kepada seluruh anggota REI Sulsel yang memberikan dukungan dan amanah itu.

“Alhamdulillah, atas kepercayaan teman-teman memberikan amanah menakhodai REI Sulsel. Mari kita bersama-sama

pengurus yang baru saja dilantik dan saya yakin akan mampu membantu dalam mewujudkan program yang akan dilaksanakan dalam membesarkan REI kedepan,” ucapnya.

Ia mengatakan, setelah terpilih memimpin REI, sejumlah program kerja telah disiapkan. Prioritas adalah melakukan pembenahan internal. Termasuk menggairahkan anggota yang kurang aktif.

“Yang tidak bergerak kita akan gerakkan. Termasuk memperkuat stakeholder, seperti pemerintah daerah (pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota), BPN, PLN, PDAM, perpajakan, perbankan, dan lainnya,” ujarnya.

Sadiq berjanji, bersama anggota dan pengurus, siap memajukan REI lebih besar lagi ke depan. REI akan dibuat lebih inovatif, karena bisnis properti akan semakin ketat persaingannya. Tantangan kedepan juga akan semakin berat.  “REI ini organisasi besar, jangan dianggap sebelah mata,” tambahnya.

Ia bahkan menantang perbankan untuk menyediakan kredit besar dalam menunjang program pembangunan yang akan dilakukan REI Sulsel selama berada di bawah kepemimpinannya. Menurutnya, perbankan harus siapkan Rp 2 triliun kredit konstruksi dan Rp 3,5 triliun untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

“Dan kita bersyukur karena besarnya dukungan perbankan untuk ini. Ini untuk mendukung program utama yang telah saya siapkan. Yaitu meningkatkan target pembangunan rumah di Sulsel menjadi 20 ribu unit per tahun untuk semua segmen perumahan. Tahun-tahun sebelumnya target pembangunan rumah REI hanya 15 ribu per tahun,” terangnya.

Sadiq juga berjanji akan menjadikan REI Sulsel sebagai percontohan di Indonesia dengan inovasi, program, dan skim yang disiapkan. Oleh karena itu, pihaknya sangat mengharapkan regulasi yang akan dibuat pemerintah melibatkan REI. “Apalagi, banyak rekan-rekan kita di REI Sulsel yang sudah duduk di dewan (DPRD) yang bisa membantu mewujudkan itu,” pungkasnya.

Sementara, Ketua DPD REI Sulsel demisioner, Arief Mone, mengatakan, tugas dan tanggung jawab pengurus REI Sulsel ke depannya masih sangat banyak. Program yang belum rampung bisa dilanjutkan. Termasuk memberikan yang terbaik bagi REI, khususnya REI Sulsel.

“Tantangan 2017-2020 akan jauh lebih berat, menjalankan komitmen sesuai janji sebelum menjadi ketua REI. Karena kalau REI lebih besar, maka kita juga akan besar, sehingga otomatis akan dilirik seluruh stakeholder, utamanya perbankan dalam menunjang aktivitas pembangunan rumah yang dilakukan anggota REI. Saya harapkan pengurus REI yang baru saja dilantik dapat komitmen dalam bekerja, bekerja, dan bekerja. Tidak hanya dilantik kemudian tidak bekerja,” tegasnya.


div>