SENIN , 24 SEPTEMBER 2018

Tersangka OTT BPK Disarankan Mundur

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Selasa , 30 Mei 2017 13:12
Tersangka OTT BPK Disarankan Mundur

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Harry Azhar Azis meminta dua pejabat eselon I BPK, Rochmadi Saptogiri (RS) dan Auditor BPK Ali Sadli (ALS) agar segera mengundurkan diri pasca terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kedua pejabat BPK RI ini diduga telah menerima suap dari pejabat Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Sugito selaku Inspektur Jenderal Kementerian Desa PDTT, dan Jarot Budi Prabowo selaku pejabat eselon III Kemendes PDTT.

“Kita masih menggunakan praduga tak bersalah, kalau sudah inkrach kita akan pecat. Tapi lebih baiknya yang bersangkutan mengudurkan diri,” kata Harry Azhar di DPRD Sulsel diberitakan Rakyat Sulsel, Selasa (30/5).

Hingga saat ini, BPK RI belum melakukan sidang kode etik karena pihaknya sementara melakukan kujungan di seluruh 34 Provinsi di Sulsel. “Kode etik pasti segera, namun satu dua minggu kita sibuk menyerahkan LKPD di sejumlah daerah dan provisi,” ujarnya.

Harry juga menyebutkan, jika memang kedua pejabat BPK RI tersebut, terbukti menerima suap, maka pihkanya akan memberikan sanksi paling berat berupa pemecatan.

“Kalau memang nantinya terbukti, pastinya kita akan lakukan pemecatan secara tidak terhormat, dan nantinya tidak menadapatkan gaji,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK mendatangi kantor BPK RI di Jl Jenderal Gatot Subroto, Jumat lalu. KPK mengamankan enam orang masing-masing auditor BPK ALS, pejabat eselon I BPK RS), pejabat eselon 3 Kemendes JBP, sekretaris RS, sopir JBP, dan satu petugas satpam. (***)


div>