Terkait Tender Pengadaan Kapal

&nb..."> Tersangka Pemalsuan Dokumen Segera Di Limpahkan Ke Kejaksaan | Rakyat Sulsel

  • Sabtu, 30 Agustus 2014
Iklan | Privacy Policy | Redaksi | Citizen Report

Tersangka Pemalsuan Dokumen Segera Di Limpahkan Ke Kejaksaan

Selasa , 07 Agustus 2012 10:55
Total Pembaca : 665 Views

Baca juga

Terkait Tender Pengadaan Kapal

 

RAKYAT SULSEL . LUWU UTARA – Aparat peyidik Polisi Resor (Polres) Luwu Utara (Lutra), dalam waktu dekat ini akan melimpahkan berkas dari kelima tersangka yang telah ditetapkan pada kasus dugaan pemalsuan dokumen lelang pengadaan kapal perikanan berkapasitas 30 GT, di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lutra senilai Rp 2,7 miliar pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Masamba .

Kelima tersangka masing-masing Alimuddin (40), Misno (36), Nurlaelah (29), Djalaluddin Dalami (36), dan Akmaluddin Masdi (31). Mereka merupakan kelompok kerja (Pokja) I, panitia pengadaan barang Unit Layanan Pengadaan (ULP) lembaga pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik (LPSE) Lutra.

Pada tender pengadaan kapal perikanan berkapasitas 30 GT dengan anggaran Rp2,7 miliar itu, diperebutkan oleh sembilan perusahaan dan panitia lelang Pokja I memenangkan PT Phinisi Semesta Bulukumba.

Menilai ada keganjilan dalam penentuan pemenang tender, kuasa hukum Direktur CV Mahakam, Pudding, melakukan upaya hukum dengan melapor ke aparat kepolisian, salahsatunya terkait dugaan pemalsuan dokumen terhadap perusahaan yang dimenangkan panitia Pokja I.

“Kami (polisi) telah merampungkan berkas pemeriksaan dan dalam waktu dekat akan melimpahkan ke kejaksaan untuk di proses lebih lanjut,” kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polsres Lutra, AKP Abdul Nur Adnan, ketika dihubungi Harian Rakyat Sulsel, Senin (6/8) kemarin.

Menurutnya, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi dan menemukan sejumlah dokumen yang telah dipalsukan diantaranya adalah dokumen dukungan tenaga tekhnis.

“Hasil klarifikasi yang dilakukan penyidik terhadap pemilik ijazah atas nama Afrizal yang diklaim sebagai tenaga tekhnis, membantah terlibat sebagai tenaga teknis pada PT Phinisi Semesta Bulukumba,” ujarnya.

Polres Lutra menjerat kelima tersangka dengan UU  KUHP pasal 263 ayat (1), tentang pembuatan surat palsu dengan acaman 5 tahun penjara.

Sementara itu, kuasa hukum Direktur CV Mahakam, Pudding, memberikan apresiasi terhadap Polres Lutra yang telah bekerja secara maksimal mengungkap dugaan adanya unsur kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN) dalam pelelangan pengadaan kapal perikanan tersebut.

Pudding mengatakan, upaya hukum terpaksa dilakukan setelah banding di tingkat pantia penanggungjawab kegiatan (PPK) dan kuasa pengguna anggaran (KPA) dimentahkan. “Saya yakin dan percaya penegak hukum akan bekerja secara profesional dalam menangani kasus ini,” pungkasnya. (k15/dj/C)