Sabtu, 24 Juni 2017

Terungkap! Ada Kamar Khusus untuk Bahas Anggaran E-KTP

Kamis , 20 April 2017 19:50
Penulis :
Editor   : doelbeckz
Pengusaha pengerjaan proyek E-KTP Andi Narogong seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (4/4). Andi Narogong diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP elektronik tahun 2011-2012. foto: jpg
Pengusaha pengerjaan proyek E-KTP Andi Narogong seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (4/4). Andi Narogong diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP elektronik tahun 2011-2012. foto: jpg
JAKARTA - Direktur Utama PT Java Trade Utama, Johannes Richard Tanjaya membenarkan jika dirinya yang memesankan kamar di Hotel Sultan, Jakarta. Permintaan itu disampaikan terdakwa I dugaan korupsi e-KTP, mantan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Irman .

Kamar itu , kata Johannes, khusus dipesan untuk membahas proyek pengadaan e-KTP dan bertemu sejumlah pihak termasuk pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong pada 2010.

Hal itu diakui Johannes saat menjadi saksi dalam sidang dua terdakwa e-KTP, Irman dan Sugiharto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (20/4).

"Kami diundang ketemu Pak Irman, kemudian Pak Irman minta dicarikan tempat untuk dikenalkan dengan seseorang di Hotel Sultan," kata Johannes kepada Jaksa KPK Abdul Basir.

Johannes mengungkapkan, dalam pertemuan itu, turut hadir terdakwa II yang juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek e-KTP Sugiharto, Ketua tim Teknis dari BPPT Husni Fahmi, dan seseorang yang belakangan diketahui bernama Andi Narogong.

"Saya dikenalkan ke Andi Narogong, yang perkenalkan Pak Irman," ujarnya.

Saat itu, Irman menyampaikan kepada Johannes bahwa Andi Narogong sebagai pengusaha yang nanti akan mengikuti lelang e-KTP. Padahal, saat itu lelang proyek e-KTP belum dimulai.