KAMIS , 13 DESEMBER 2018

Teruntuk Pemkab Torut, Mantan Juara 2 Olimpiade Sains Matematika Ini Kesulitan Biaya Kuliah

Reporter:

get_the_user_login

Editor:

Lukman

Rabu , 08 Agustus 2018 11:20
Teruntuk Pemkab Torut, Mantan Juara 2 Olimpiade Sains Matematika Ini Kesulitan Biaya Kuliah

Gloria Samanta Tiku Pasang

TORAJAUTARA, RAKYATSULSEL.COM – Mantan juara 2 sains matematika mewakili Indonesia di negara Thailand tahun 2017 lalu, Gloria Samanta Tiku Pasang yang baru saja menyelesaikan pendidikan di SMA Barana jurusan IPA dan bebas tes masuk Universitas Trie Sakti Jurusan Perminyakan.

Namun karena berasal dari keluarga yang kurang mampu sehingga terancam tidak bisa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi tersebut.

Menurut pemerhati pendidikan Toraja Utara, Sultan Longgu kepada RAKYATSULSEL.COM di Rantepao, bahwa Gloria tahun 2017 lalu mewakili Indonesia untuk sains matematika dan hal ini menjadi kebanggaan bagi orang Toraja karena telah mengharumkan nama bangsa di mata dunia.

Namun sangat disayangkan, lanjut Sultan, pemerintah Toraja Utara tidak memberikan perhatian. Saat mendapatkan juara tersebut pemerintah Torut tidak memberikan perhatian sama sekali padahal salah satu visi bupati adalah memajukan pendidikan di Torut.

“Sangat disayangkan pemkab Torut tidak memberikan perhatian, sangat berbanding terbalik dengan visi bupati yang ingin membawah Torut pada peringkat 5 besar di Sulsel, namun potret pendidikan di Torut malah sangat memperhatikan, contoh yang terjadi pada Gloria yang sama sekali tidak memberikan perhatian, dan hal ini sangat memprihatinkan,” ketus Sultan.

Dirinya berharap kepada gubernur terpilih agar bisa membantu mantan juara 2 tersebut, agar cita-cita anak ini tidak terhenti karena ketidak orang tuanya yang tidak mampu membiayai dirinya untuk masuk universitas ternama tersebut.

Senanda dengan itu, pembimbing di SMA Barana, Dorce Kamma’ membenarkan bahwa Gloria anak yang sangat berprestasi. Selama di SMA Barana dirinya mendapat biaya full dari sekolah sehingga orang tuanya tidak mengeluarkan biaya, karena anaknya berprestasi. Waktu mengikuti olimpiade sains matematika di Thailand itu dibiayai sekolah dan salah satu keluarga yang membantu, namun Pemkab Torut tidak memberikan bantuan.

Namun dirinya sangat menyayangkan bahwa saat ini Gloria kewalahan mendapatkan dana untuk biaya kuliah di universitas Tri Sakti, karena orang tuanya tidak mampu membiayai. Pasalnya saat ini Gloria membutuhkan biaya kuliah sekitar 35 juta untuk bisa melanjutkan kuliah. Dirinya pun terancam tidak bisa melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi, dan cita-citanya untuk menjadi seorang sarjana perminyakan harus terhenti.

Untuk itu dirinya berharap pemerintah bisa memberikan perhatian kepada Gloria agar bisa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. (*)


div>