• Rabu, 23 Juli 2014
Iklan | Privacy Policy | Redaksi | Citizen Report

Tes CPNS Tak Serentak

Agustus Tes Kategori 2, Seleksi CPNS September

Selasa , 16 Juli 2013 12:11
Total Pembaca : 587 Views
ilustrasi

Baca juga

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM - Pemerintah memajukan waktu pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2013 jalur pelamar umum dari Oktober, menjadi Sepetember tahun ini. Meskipun dimajukan, tes tersebut tidak serta merta dilakukan serentak diseluruh daerah di Indonesia. Pelamar akan dites bergantian di hari yang berbeda.

Asisten Deputi Perencanaan SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PAN-RB), Arizal, mengatakan dimajukannya jadwal pelaksanaan seleksi CPNS untuk umum itu dimungkinkan setelah Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyelesaikan program Computer Assisted Test (CAT) di seluruh kantor regionalnya.

“Tes CPNS dari pelamar umum Insya Allah dilakukan September. Sebelumnya memang Oktober, tapi karena menggunakan CAT dimajukan,” kata Arizal dalam siaran pers Kementerian PAN-RB, Senin (15/7).

Untuk keperluan ini, lanjut Arizal, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) akan memanggil seluruh Sekretaris Daerah (Sekda) dan kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) ke Jakarta pada 18 Juli mendatang.

Adapun pelaksanaan tes CPNS dari honorer kategori dua (K2) atau yang pendapatannya tidak diperoleh melalui APBN/APBD, menurut Arizal, tetap dilaksanakan Agustus tahun ini. “Tes honorer K2-nya yang kita dahulukan baru pelamar umum,” terangnya.

Menurut Arizal, pelaksanaan tes CPNS 2012 akan menjadi model untuk rekrutmen pegawai baru di seluruh instansi. Kebijakan nasional ini dipilih setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyetujui seleksi CPNS 2013 menggunakan model tahun lalu.

Adapun materi tes terdiri atas Tes Kompetensi Dasar (TKD), yang kisi-kisinya terdiri dari tes wawasan kebangsaan (TWK), tes intelegensi umum (TIU), dan tes karakteristik pribadi (TKP). Sedangkan kisi-kisi materi tes kompetensi bidang, disusun dan ditetapkan masing-masing instansi pembina jabatan fungsional.

“Materi soal yang ada di sistem CAT merupakan hasil kerja Konsorsium Perguruan Tinggi ditambah tim ahli. Soalnya tidak sedikit tapi ada ribuan. Badan Kepegawaian Negara (BKN) juga sudah memiliki bank data yang memuat puluhan ribu soal,” terang Arizal sembari menyebutkan, dengan bank soal itu,, setiap peserta tidak akan mendapatkan soal yang sama.

Namun, peserta mendapatkan tingkat kesulitan soal yang sama. “Soalnya beda tapi tingkat kesulitannya sama. Jadi setiap peserta diberi soal yang mudah, sedang, sukar,” tandasnya

 

Sistem CAT

 

Arizal juga menjelaskan, mengingat keterbatasan sistem CAT, pelaksanaan tes CPNS untuk umum kali ini akan dilakukan per regional. Sedangkan untuk pusat, dibagi dalam beberapa kelompok kementerian/lembaga.

“Untuk pusat, dalam sehari yang bisa ikut tes sistem CAT ada 700 orang. Sedangkan daerah hanya 150 orang per hari. Itu sebabnya, jika instansi pusat A dan B total jumlah pelamarnya 800, bisa dites di hari yang sama. Tapi kalau lebih, dites dua hari,” bebernya.

Ditambahkannya, satu komputer hanya bisa menguji lima orang per harinya. Bila dipaksakan lebih dari itu, sistemnya tidak akan jalan. “Namanya komputer, pasti ada keterbatasannya kan,” kilah Arizal.

Lantaran tesnya dilakukan bertahap, Arizal memperkirakan jadwal pengujian tes kompetensi dasar (TKD) akan berlangsung dua bulan. Itupun setiap hari harus ada tes (pusat 700 orang, daerah 150 orang). Mereka semua pakai CAT sehingga hasil tes kompetensi dasarnya (TKD) langsung bisa terbaca. “Para peserta juga bisa segera tahu, mereka lulus TKD atau tidak,” ujarnya.

Keuntungan menggunakan CAT, menurut Arizal akan didapat hasil yang murni, objektif, dan transparan. Guna keperluan seleksi penerimaan CPNS itu, menurut Arizal, Kementerian PAN-RB akan memanggil seluruh Sekretaris Daerah (Sekda) dan kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD)ke Jakarta pada 18 Juli mendatang untuk rapat koordinasi.

Nantinya dalam rapat koordinasi nasional tersebut akan disosialisasikan mengenai seleksi CPNS 2013. “Karena sistem computer assisted test (CAT) masih baru bagi daerah, sengaja kita panggil mereka (sekda) kumpul di Jakarta untuk diberikan penjelasan mengenai mekanisme pelaksanaan tes CPNS 2013,” kata Arizal.

Sebelumnya, seperti diberitakan Rakyat Sulsel, Pemprov Sulsel telah mengusulkan 1.885 kuota. Rinciannya tenaga medis 526 orang dan tenaga teknis berjumlah 1.359 orang. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel, Mustari Soba, mengaku belum menerima petunjuk teknis dari pemerintah pusat. Prosesnya saat ini masih dalam tahap pengusulan formasi.

Pada pengusulan pertama, pihaknya mengajukan formasi 1.885 orang. Tapi, kemudian ada tambahan sebanyak 203 orang untuk tenaga teknis. Usulan formasi tersebut sudah dibawa pada 11 Maret lalu ke Kemenpan-RB.

Sedangkan, untuk penerimaan CPNS dari honorer Kategori 2 (K2), jumlah yang akan mengikuti uji kompetensi mencapai 1.256 orang. Terdiri dari tenaga pendidikan 35 orang, tenaga kesehatan 16 orang, dan tenaga teknis 1.205 orang. Semuanya dinyatakan lulus dan tidak ditemukan adanya honorer siluman. Hasilnya telah diserahkan ke Kemenpan – RB. Setelah itu, Pemprov Sulsel menunggu jadwal uji kompetensi dari pemerintah pusat. “Sampai sekarang juga belum ada jadwal uji kompetensi dari pusat,” ungkapnya.

Untuk Pemkot Makassar, Kepala BKD Kota Makassar, Muh Kasim Wahab membeberkan, untuk jalur reguler pelamar umum, pihaknya hanya memberi kuota sebesar 400-an orang, sesuai dengan jumlah PNS yang pensiun dalam 2 tahun terakhir. Penerimaan PNS jalur umum ini untuk perekrutan tenaga guru SD dan tenaga kesehatan di Puskesmas.

Sementara untuk honorer K2, Pemkot menerima nama CPNS dari Kemenpan-RB  1.465 orang. Mereka ini akan diseleksi dan yang lolos berhak diangkat menjadi PNS. “Mereka kalau tidak diterima jadi PNS, berarti akan dicarikan jalan keluar, tapi bukan jadi PNS. Mungkin perpanjangan masa honorer,” bebernya. (fmc)