JUMAT , 16 NOVEMBER 2018

Tes Kesehatan Timsel Harus Teliti

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Kamis , 15 Maret 2018 14:30
Tes Kesehatan Timsel Harus Teliti

Kantor KPU Sulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Sebanyak 42 nama dinyatakan lolos tes psikologi dalam seleksi calon komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel. Pekan depan, 42 nama tersebut kembali akan mengikuti tes kesehatan sebelum tim seleksi melakukan tes wawancara.

Ketua Timsel KPU Provinsi Sulsel, Basti Tetteng mengatakan, peserta yang dinyatakan lulus, akan mengikuti tahapan berikutnya berupa Tes Kesehatan dan Wawancara. Tes kesehatan dilaksanakan di Private Care Center (PCC) RS Wahidin Sudirohusodo. “Tes Kesehatan akan dilaksanakan pada tanggal 19-22 Maret 2018. dilanjutkan tes wawancara akan dilaksanakan pada tanggal 26-29 Maret 2018 mendatang,” ujar Basri Tetteng, Rabu (14/3).

Dosen Universitas Negeri Makassar (UNM) ini menuturkan, tim Seleksi mengharapkan adanya tanggapan masyarakat atas nama-nama calon yang telah lolos tersebut. Tanggapandapat disampaikan melalui Sekretariat Tim Seleksi di Jalan Bontolangkasa I Nomor 1A
Makassar. “Sejauh ini juga sudsh banyak masuk dan saran kita sementara tampung untuk evaluasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Timsel, Nur Fadhilah Mappaselleng menjelaskan mengenai proses dalam tes Psikolog yang telah dilaksanakan oleh Psikolog dari Pusat Layanan Psikologi (PLP) Fakultas Psikologi UNM . Dari 49 orang calon komisioner KPU Sulsel, 7 orang dinyatakan gugur karena tidak memenuhi syarat. “Keterangan psikolog disarankan dan tidak disarankan. Melihat kompetensinya. Kami ambil kouta maksimal 42 orang dan digugurkan 7 orang,” katanya.

Dia menjelaskan mereka yang tidak disarankan itu karena tidak memenuhi kriteria yang menjadi standar penilaian sebagai komisioner.
Ada kriteria kepemimpinan, kerjasama, pengalaman, pengetahuan, dan diskusi. Ada kelebihan dan kekurangan. Banyak yang jatuh dikekurangannya, misalnya tidak optimis.

“Adapun, bobot nilai dari tes psikologi itu, kami merahasiakan. Skoring itu tidak boleh diperlihatkan karena itu rahasia. Skoring itu terkait dengan kriteria yang tadi,” pungkasnya.

Sementara itu, Pakar politik Unibos Makassar, Arief Wicaksono berpendapat tes kesehatan adalah hal krusial dalam setiap tahapan calon kepala daerah maupun tahapan calon apa saja. Menurutnya, jangan sampai seperti kebiasaan tes sebelumnya. Pada calon ikut jalani tes sebagai peserta, namun hasil tak diperhitungan. “Timsel harus teliti secara cermat, calon komisioner benar-benar sehat dan bebas narkoba,” katanya.

Ia menyarankan agar Timsel cermat dalam mengambil keputusan. Jangan sampai keputusan yang diambil tak sesuai hasil yang ada. “Menurut saya bagian dari kerja profesional Timsel. Tes berikutnya harus dilihat mana prioritaskan. Kalau bisa calon incumbent jangan diprioritaskan,” pungkasnya. (**)


div>