RABU , 22 AGUSTUS 2018

Tetap Akan Gelar Lelang Jabatan, Sumarsono Abaikan Saran Tim Transisi

Reporter:

Al Amin Malliuri

Editor:

Muhammad Alief

Kamis , 26 Juli 2018 19:53
Tetap Akan Gelar Lelang Jabatan, Sumarsono Abaikan Saran Tim Transisi

Soni Sumarsono. (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan(Sulsel), saat ini masih bimbang dalam hal penetapan pengisian pejabat eselon II dan Sekertaris Provinsi (Sekprov) definitif, setelah adanya saran dari tim transisi gubernur terpilih.

Namun, Pj Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono mengatakan, dirinya tetap menyarankan untuk tidak mendengarkan saran tim transisi gubernur terpilih tersebut. Ia pun dengan tegas mengatakan tetap kekeuh akan melakukan lelang jabatan.

“Mau saya rubah kapan pun itu urusan saya, tapi etika birokrasi harus ada. Posisinya ini secara transisi bahwa pemerintah eksisting adalah saya, posisi transisi hanya bisa memberikan masukan,” kata Sumarsono, Kamis (26/7).

Terkait kepastian kapan akan melakukan lelang jabatan, Sumarsono mengaku, masih menunggu kesepakatan dari Nurdin Abdullah (NA) sebagai gubernur terpilih.

“Sementara kita jadwalkan besok (hari ini), tapi waktunya belum jelas. Posisinya (transisi), jadi jangan salah, dia (NA) sekedar memberikan masukan sampai dilantik tanggal 17 September,” ujarnya.

Sumarsono menilai, kepastian dirinya tidak mengikuti saran tim transisi karena sejauh ini saat melakukan komunikasi dengan NA tidak pernah menolak dan membuat keputusan sendiri.

“Bahkan selalu saya SMS pak NA jawabannya selalu ‘saya serahkan sepenuhnya ke pak Pj, mohon petunjuk dan bimbingannya’. Jadi sangat sopan pak NA itu,” lanjutnya.

Sebelumnya, salah satu tim transisi gubernur terpilih, Jayadi Nas mengatakan, bahwa Sumarsono harus menghargai Nurdin Abdullah, sebagai Gubernur terpilih.

Menurutnya mutasi dan lelang jabatan bukanlah solusi, apalagi ketika lelang jabatan tidak sesuai dengan keinginan dari Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel terpilih.

“Prof Nurdin Abdullah ini karakternya memilih orang yang mau bekerja dan hasilnya kelihatan. Ganti orang itu bukan solusi, tapi solusi itu adalah siapa yang layak dan mau bekerja,” katanya.

Etikanya, kata Jayadi, masalah lelang jabatan atau mutasi harus diserahkan ke Nurdin Abdullah. Apalagi, yang akan menjabat selama lima tahun ke depan adalah NA, bukan Sumarsono.

“Pj Gubernur harus memberikan ruang untuk Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel terpilih untuk memilih pejabat Pemprov yang berkompeten, karena mereka yang lebih memahami visi dan misinya. Mereka yang mau kerja ke depannya,” pungkasnya. (*)


div>