RABU , 19 DESEMBER 2018

“The Doctor” Pilkada Jeneponto, Habis Manis Sepah Dibuang

Reporter:

Iskanto

Editor:

Rabu , 19 September 2018 18:27
“The Doctor” Pilkada Jeneponto, Habis Manis Sepah Dibuang

int

JENEPONTO, RAKYATSULSEL.COM – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jeneponto telah usai semenjak pemenang yang menunggangi nomor urut 3, Iksan Iskandar – Paris Yasir meraih 90,245 suara dan mengungguli tiga rivalnya.

Kemenangannya pun dipertegas dengan ditetapkannya pasangan Iksan Iskandar – Paris Yasir oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jeneponto pada hari Rabu 25 Juli 2018 sebagai petahana yang memenangkan Pilkada Jeneponto dengan Wakilnya yang baru.

Apa ada yang tahu penyebab kemenangan Pasangan Calon (Paslon) dengan tagline “Siap Lanjutkan” ini ?. Hanya segelintir orang yang tahu, hadirlah sebuah gerbong bernama ” The Doctor” yang dicetus dan dipimpin oleh Pejabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Jeneponto, Dr. Syafruddin Nurdin.

Gerbong The Doctor ini sengaja dibentuk dan merekrut seluruh tenaga medis yang ada di Kabupaten Jeneponto. Yang leboh hebatnya lagi, Gerbong ini juga memberikan ruang untuk tenaga honorer baru agar dapat menjadi lumbung suara saat Pilkada.

Arah dukungannya pun jelas. Gerbong The Doctor ini sebelum Pilkada sering mengajak tenaga medis baik yang kerja di RSUD Jeneponto maupun yang kerja di Puskesmas untuk ke Kabupaten Bantaeng dengan alasan pelatihan namun kenyataannya adanya penyampaian agar mendukung Paslon nomor urut 3 Gubernur Sulsel dan Paslon nomor urut 3 Bupati Jeneponto.

Alasannya jelas. Karena Dr. Syafruddin Nurdin pernah menjadi Direktur RSUD Bantaeng dan sekarang menjabat sebagai Pj Sekda Jeneponto.

Pertayaannya sekarang, bagaimanakah kondisi tenaga medis honorer yang bergabung dalam The Doctor ? . Yaa, karena Pilkada telah usai, jadi habis manis sepah dibuang. Itulah kalimat yang cocok untuk mereka.

Awalnya mereka ditempatkan sesuai dengan keinginannya, agar lumbung suara The Doctor tetap loyal. Namun karena Pilkada telah usai mereka harus dimutasi jauh dari tempat tinggalnya tanpa alasan yang kurang jelas.

Tenaga medis honorer yang punya bekingan “dekkeng” tidak akan dimutasi. Tapi apa kabar yang tidak punya dekkeng. Kini mereka harus pasrah menerima nasib.

Habis manis sepah dibuang, mereka harus dimutasi jauh dari tempat tinggalnya namun dengan gaji yang sangat jauh dari kata layak. Namanya juga honorer. Kerja banyak tapi gaji seadanya.

Belum lagi resiko yang harus mereka tanggung, adakah yang mau memikirkan ?, tapi biarlah. Habis manis sepah dibuang. Pilkada telah usai.

” Semuanya didasari atas formasi kebutuhan tenaga. Pemetaan tenaga mereka sudah diatur,” kata Pj Sekda Jeneponto, Syafruddin Nurdin. Kalimat yang cukup simpel tanpa memperhatikan resiko yang dialami tenaga medis honorer di lapangan.

Padahal sebagai pencetus dan ketua The Doctor, Syafruddin Nurdin harusnya dapat memperhatikan anggotanya. Tapi sudahlah, misinya telah selesai, dua jagoannya yang sama – sama menunggangi nomor urut 3 telah menang.

Habis manis sepah dibuang, untuk tenaga medis honorer, ingat yaa, janji politik itu tidak punya garansi. Sungguh kasiham nasib kalian.

Sementara itu Pj Sekda Jeneponto, Syafruddin Nurdin, saat dikonfirmasi membantah hal itu, ” Itu Hoaks Tidak ada mutasi sampai sekarang di Dinas Kesehatan,” jelasnya, Rabu (19/9). (*)


Tag
div>