SELASA , 25 SEPTEMBER 2018

Tidak Komitmen di Pilkada, Loyalis NA Ancam Tarik Dukungan di Pilgub

Reporter:

Jejeth

Editor:

Lukman

Senin , 11 Juni 2018 05:08
Tidak Komitmen di Pilkada, Loyalis NA Ancam Tarik Dukungan di Pilgub

Nurdin Abdullah dengan Andi Sugiarti selepas berbuka puasa di rumah pribadi NA di Bonto Atu, Kecamatan Bisappu, Kamis (7/6).

BANTAENG, RAKYATSULSEL.COM – Beredarnya foto Calon Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah salam dua jari untuk Pilkada Bantaeng ternyata membawa dampak buruk. Sejumlah loyalisnya mengancam akan menarik dukungannya di Pilgub Sulsel.

Salah satunya adalah loyalis NA yang tergabung dalam komunitas Angkatan Muda Yayasan Al Falah (Amya). Komunitas pemerhati sosial di Bantaeng ini meminta ketegasan NA untuk tetap netral di Pilkada Bantaeng. Jika tidak, maka komunitas ini mengancam akan menarik dukungan untuk NA di Pilgub Sulsel.

Ketua Amya Community, Rusdi mengatakan, foto salam dua jari Nurdin Abdullah bersama salah satu calon Bupati Bantaeng menandakan jika NA tidak netral lagi di Pilkada Bantaeng. Padahal, sebagai Calon Gubernur dan pamong di Bantaeng, seharusnya dia tetap netral di Pilkada Bantaeng.

“Sejak awal beliau sudah komitmen untuk tetap netral. Harusnya itu tetap dilakukan sampai Pilkada selesai,” jelas Rusdi.

Dia mengaku, sikap tidak netral ini bisa membahayakan NA di Bantaeng. Bisa saja, suara dukungan NA untuk Pilgub Sulsel malah tergerus jelang pemilihan yang tersisa 18 hari lagi. “Kami ingin lihat NA menang di Bantaeng. Makanya, kami senantiasa mengingatkan NA untuk menjaga sikap politiknya,” jelas dia.

Rusdi mengaku akan menarik dukungan terhadap NA di Pilgub Sulsel jika NA benar-benar tidak netral. Dia mengaku memberikan waktu kepada NA selama 3 x 24 jam untuk menyatakan bukti dukungannya secara terbuka di Pilkada Bantaeng. Jika tidak, maka Amya Community menyatakan menarik dukungan di Pilgub Sulsel.

Selain NA, sejumlah kader PDIP dan PKS di Bantaeng juga bersiap menarik dukungan setelah beredarnya foto NA yang salam dua jari bersama salah satu calon bupati Bantaeng, beberapa waktu lalu. Mesin partai PDIP dan PKS juga terancam dimatikan untuk Pilkada Bantaeng. Sama dengan Amya Community, PDIP dan PKS juga menunggu sikap terbuka Nurdin Abdullah di Pilkada Bantaeng.

“Kita tunggu sikap terbuka itu. Jika memang tidak netral, kita siap mematikan mesin partai di Bantaeng,” kata salah satu kader PKS yang enggan disebutkan namanya.

Sebelumnya, Bupati Bantaeng 2 periode yang kembali bertarung dalam kontestasi pemilihan Gubernur Sulawesi-Selatan periode 2018-2023, Nurdin Abdullah mengadakan buka puasa bersama di kediaman pribadinya di kelurahan Bonto Atu, kabupaten Bantaeng, Kamis 7 Juni 2018.

Hanya saja, Pada buka puasa bersama dikediamannya itu hanya mengundang satu Pasangan Calon Bupati Bantaeng, Andi Sugiarti Magun Karim. Bersama masyarakat yang hadir, Nurdin Abdullah dan istrinya Lies Fahruddin bersama calon Bupati Bantaeng periode 2018-2023 bernomor urut 2, Andi Ugi melakukan sesi foto bersama dengan semua yang hadir.

Dalam salah satu sesi foto bersama Andi Ugi, tampak Nurdin Abdullah mengacungkan 2 jari yang selama ini menjadi ciri khas untuk kandidat Sumanga’NA dengan nomor urut 2. Foto itu beredar di media sosial dan dianggap sebagai salah satu bentuk jika NA tidak netral di Pilkada Bantaeng. (*)


div>