MINGGU , 21 OKTOBER 2018

Tiga Bulan, ini Sukses ‘Polisi Temanta’

Reporter:

Editor:

hur

Selasa , 19 April 2016 17:29

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Program ‘Polisi Temanta’ yang dirintis Polres Parepare bekerjasama Media pemberitaan Berita Kota Makassar (BKM), ditutup Senin malam di Taman Mattirotasi, Senin (18/4). Penutupan tersebut dirangkaikan penyerahan hadiah serta penghargaan kepada lima orang finalis bhabinkamtibmas yang telah sukses menjadikan kawasannya sebagai laboraturium bebas curanmor.

Kapolres Parepare, AKBP Alan Gerrit Abats, mengatakan, sebelum ada program Polisi Temanta, angka kriminal khususnya pencurian kendaraan bermotor (curanmor) pada triwulan pertama 2015 sebanyak 29 kasus. Namun setelah program polisi temanta dilaksanakan, angka curanmor menurun menjadi lalu program polisi temanta dilaksananan awal Januari hingga penutupan bulan April ini, maka angka tindak kejahatan curanmor menurun 11 kasus menjadi 18 kasus.

“Di triwulan kedua, turun 11 kasus menjadi 18 kasus. Sy berkesimpulan efek program ini bisa kita pertahanknan meski sudah ditutup dan kita akan lanjutkan dan mengemasnya dalam program berikutnya,” ujar Alan.

Selain itu, Alan juga mengatakan program ‘Polisi Temanta’ juga berdampak secara tidak langsung pada penataan lorong dalam program Peduli Lorong program pemkot Parepare.

“Selain menekan angka kejahatan, program ini ada sisi positif lainnya, yaitu bersinergi dengan program peduli, masyarakat jadi berbenah karena ada spanduk polisi temanta yang dikemas secara rapi di gerbang lorong,” terang Alan.

Direktur Utama Harian BKM, Mustawa Nur menjelaskan, program ‘Polisi Temanta’ berawal dari ide atau perbincangan Kapolres Parepare, Alan Gerrit Abast waktu masih menjabat Kapolres di daerah lain.

Menurut Mustawa, program ini diharapkan dapat membentuk masyarakat menjadi polisi bagi dirinya sendiri, sesuai ucapan wali kota saat launching di kelurahan Galung Maloang, Kecamatan Bacukiki, Parepare pada Januari lalu yang dihadiri langsung Kapolda Sulselbar, Irjen Pol Pudji Hartanto saat itu.

Menjadikan polisi bagi dirinya sendiri, membuat Berita Kota tertantang untuk melakssanakan di lapangan, dan hasilnya dirasakan masayarakat, dimana 22 kawasan polisi temanta sudah bebas curanmor, dan lima kawasan menjadi percontohan program ini. “Sangat dirasakan masyarakat hasilnya, dan angka kriminal turun,” tutur Mustawa Nur.

Dikatakan, ‘Polisi Temanta’ ini memang berakhir, tetapi bukan berarti pencegahan tindak kriminal terhenti. “Malam ini memang penutupan tapi bukan berarti pencegahan soal kamtibmas berehenti juga, tapi tetap berkelanjutan dengan adanya komunitas terbentuk di masyarakat,” jelasnya.

Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe sebelum menutup program tersebut mengatakan, bahwa program tersebut sangat dirasakan masyarakat Parepare. Program polisi temanta menurutnya bersifat edukasi dan kerja-kerja nyata dengan menghasikan karya memuaskan.

“Saya tidak ingin program ini terhenti karena sudah berhasil membawa Parepare menjadi daerah teraman berdasarkan hasil survey,” kata Taufan.

Taufan juga mengamini atas permintaan Dirut BKM yang menawarkan program lanjutan kepada Pemkot Parepare untuk menjadikan Parepare Bersinar (Beraih Narkoba).

“Penagnanan Kamtibmas tidak boleh, terhenti tetap dilanjutkan, dan pemerintah siap duduk bersama dengan Polres dan Berita Kota untuk membahas selanjutnya soal program polisi temanta mengenai masalah narkoba,” tuturnya.

Taufan menambahkan, hasil survey CRC setelah adanya program polisi temanta menyebutkan tingkat kepuasan masyarakat atas keamanan di Kota Parepare sebanyak 92 persen. “Hanya 2.3 persen yang mengatakan tidak aman,” akunya.

Usai penutupan acara ini, panitia tim yuri, Mustawa Nur mengumumkan juara pada program polisi temanta, yang berhasil membawa kawasannya menjadi daerah aman, yaitu juara satu Aiptu Nurayni A Amir dari kawasan Bukit Indah Polsek Soreang dengan membawa uang tunai sebesar Rp. 15 juta dari Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe.

Disusul juara dua jatuh kepada Aiptu Anton dari kawasan Mallusetasi Polsek KPN dengan membawa uang tunai Rp 10 juta dari Kapolres Parepare, AKBP Alan Gerrit Abast, dan juara tiga jatuh kepada Aiptu Samsaidin Bahar dari kawasan Lapadde polsek Ujung dengan membawa kulkas dua pintu dari sumbangan pengusaha, peringkat keempat jatuh pada Aiptu Yusrin M, kawasan Labukkang serta Aiptu Paryanto dari Kawasan Bumi Harapan sebagai peringkat kelima masing-masing diberi penghargaan semacam piagam.

Khusus polsek di jajaran Polres Parepare, piala bergilir diterima oleh Kapolsek Soreang, AKP H Muhabar sebagai kapolsek yang aktif dalam kegiatan ini dan para Kapolsek lainnya menerima penghargaan dari Berita Kota yang telah sukses mengantarkan kawasan lebih aman, yakni Kapolsek Bacukiki, AKP Mamat Rahmat, Kapolsek Ujung. Kompol Aris Arifin dan Polsek KPN, AKP Ario Damar.


div>