SENIN , 24 SEPTEMBER 2018

Tiga Calon Plt Gubernur Sulsel di Tangan Jokowi

Reporter:

Al Amin, Suryadi, Fahrullah

Editor:

asharabdullah

Rabu , 07 Maret 2018 13:15
Tiga Calon Plt Gubernur Sulsel di Tangan Jokowi

Dok. RakyatSulsel

– Nama Soni Sumarsono Menguat
– Kemendagri Umumkan Akhir Maret

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) telah mengusulkan tiga nama calon Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel ke Presiden Jokowi. Rencananya, nama Plt Gubernur akan diumumkan akhir Maret mendatang.

Berdasarkan informasi yang beredar, nama Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Soni Sumarsono dan Wakil Direktur Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Reydonnizar Moenek, ada diantara tiga nama yang diusulkan. Namun, Soni Sumarsono disebut-sebut yang paling kuat menduduki jabatan Plt Gubernur Sulsel.

Saat dikonfirmasi, Soni Sumarsono enggan menanggapi soal namanya yang menguat menduduki jabatan Plt Gubernur Sulsel. Ia hanya menyebutkan, dipastikan ada Plt untuk menjalankan roda pemerintahan hingga pelantikan Gubernur Sulsel defenitif yang baru.

“Yang jelas akan ada Plt menjalankan pemerintahan hingga pelantikan gubernur terpilih,” kata Soni, Selasa (6/3) kemarin.

Ia mengungkapkan, sudah ada tiga nama yang diusulkan Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo kepada Presiden Jokowi. Namun, ia enggan membeberkan nama yang dimaksud.

“Soal nama-nama masih rahasia. Namun, ada tiga nama sudah diusulkan oleh Pak Menteri kepada Pak Presiden untuk ditindaklanjut,” kata Pejabat Eselon I Kemendagri ini.

Menurut Soni, jika tiga nama yang diusulkan Kemendagri secepatnya diteken Presiden, maka akan diumumkan paling lambat akhir Maret ini. “Kalau segera direstui, bisa diumumkan akhir bulan ini,” pungkasnya.

Sementara, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, siapa pun yang akan ditetapkan memimpin Sulsel, sedikitbanyaknya harus mengikuti dirinya. Harus mampu membagi waktu, dan siap untuk meninggalkan keluarga demi kepentingan rakyat dan daerah.

“Idealnya itu dia harus betul-betul 24 jam, dikiranya darah dan hatinya untuk kepentingan rakyat dan daerah. Kalau itu ada, tentu saja keluarga tidak menjadi perhatian yang utama,” kata Syahrul.

Terkait Plt Gubernur Sulsel, empat kandidat calon gubernur yang akan bertarung di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel, menaruh harapan tersendiri. Calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid (NH), misalnya.

Ia berharap, siapapun yang akan menjadi Plt Gubernur Sulsel bisa menjaga situasi, kondisi, sehingga netral dalam menjalankan tugas.

“Siapapun Plt harus netral. Baik menjaga kenetralan PNS, juga kondisi masyarakat,” harap NH.

Sementara, calon Gubernur Sulsel nomor urut 2, Agus Arifin Nu’mang, mengaku tidak menaruh banyak harapan terhadap Plt Gubernur Sulsel. Hanya, harus bisa menjaga netralitas dan menjauhi keberpihakan diantara kandidat calon.

“Siapapun yang ditunjuk menjadi Plt di Sulsel, itu memang sudah menjadi domainnya Kemendagri. Siapapun itu terserah, yakin dan percaya mereka yang ditunjuk tidak ada keberpihakan dan berat sebelah, kita yakin dia profesional,” kata Agus.

Selain itu, Agus melalui juru bicaranya, Andre Arif Bulu, mengatakan, pihaknya sudah memahami secara pasti terkait Plt yang akan memimpin di Sulsel selama kurang lebih empat bulan.

Pasalnya, pasangan Agus yakni Tanribali Lamo, pernah menjadi Plt di Sulsel pada Pilgub sebelumnya.

“Kita dari kubu Agus-TBL tidak mempermasalahkan. Apalagi ada Pak Tanribali Lamo. Beliau sudah paham betul dan pernah menjadi Plt. Jadi, siapapun itu pasti sudah diproses oleh Kemendagri,” terangnya.

Andre pun ikut membenarkan jika nama Soni Sumarsono kian menguat sebagai Plt Gubernur Sulsel. “Memang seperti itu infonya. Awalnya dari Kesbangpol, dan sekarang lagi Soni Sumarsono Dirjen Otoda,” ungkapnya.

Ia menilai, Soni Sumarsono sebagai Dirjen Otoda sudah berpengalaman. Lantaran, sudah dua kali menjabat sebagai Plt yakni di DKI Jakarta untuk putaran satu dan dua.

“Yang pertama kita lihatnya dia harus paham terhadap situasi pilkada di Sulsel. Paham terhadap kultur jiwa politik yang ada dan juga pintar-pintar mengatur suhu politik di Sulsel,” paparnya.

Sedangkan, Nurdin Abdullah melalui juru bicaranya, Bunyamin Arsyad, mengatakan, pihaknya akan menerima siapapun yang menjadi Plt Gubernur Sulsel. Apakah dari ASN atau pejabat kepolisian. Alasannya, Menteri Dalam Negeri telah mengkaji karakter orang Sulsel, siapa yang paling cocok.
“Kan kriterianya sudah ada di Kemendagri, dan saya kira mereka sudah menganalisa. Siapapun yang ditunjuk, saya kira semuanya cocok, dan tidak ada masalah,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, pakar pemerintahan dari Universitas Hasanuddin, Lukman Irwan, berharap, Plt Gubernur Sulsel yang ditunjuk sudah berpengalaman. Mengingat, Sulsel menjadi daerah yang disebut daerah zona merah.

“Yang terpenting sebenarnya bahwa pelaksana tugas gubernur yang ditunjuk adalah pamong ASN, senior yang tidak memiliki afiliasi politik dengan kekuatan atau gerbong politik dari pihak-pihak yang berkontestasi di pilgub. Sehingga, mampu menciptakan suasana damai di pemerintahan dan masyarakat, serta berlaku adil untuk semua kontestan dalam pilkada,” terang Lukman. (*)


div>