• Kamis, 23 Oktober 2014
Iklan | Epaper | Redaksi | Citizen Report

Tiga Kekuatan Figur Golkar Disatukan Lawan Incumbent

Selasa , 09 April 2013 23:37
Total Pembaca : 717 Views

PINRANG, RAKYATSULSEL.COM – Kekuatan Bupati Pinrang incumbent, Andi Aslam Patonangi tampaknya masih cukup luar biasa. Buktinya, partai Golkar Pinrang seperti mengkhawatirkan majunya kembali Aslam. Walau sudah menjagokan ketua Golkar Pinrang, Abdy Baramuli, namun dua kekuatan lain masih dibutuhkan untuk menjatuhkan petahana itu, yakni Sulthani dan Ali Utsman.

Ketua Fraksi Golkar Pinrang, Herman Sakka sendiri mengakui, Golkar menginginkan Abdy sebagai calon 01 dipadukan dengan kekuatan Sulthani sebagai 02. Sementara Ali Utsman diplot menjadi ketua tim pemenangan pasangan itu.

“Pak Abdy harga mati untuk 01, kita ingin padukan dengan kekuatan lain pada posisi 02 dan ketua tim sukses, agar konfigurasi politiknya semakin kuat, yaitu paduan, Abdy-Sulthani-Ali Utsman,” kata Herman, Selasa (9/4) malam ini.

Herman menjelaskan, kekuatan tiga tokoh ini sangat mampu mendulang dukungan masyarakat Pinrang, mengingat ketiganya merupak figur yang cukup mumpuni untuk menumbangkan Bupati Aslam.

“Kalau konstalasi politik lebih menginginkan paket Abdy-Sulthani kita akan all out digaris terdepan, dan kiat berharap ketua timnya adalah Ali Usman,” sebut Herman
.
Sementara Abdy Baramuli yang dikonfirmasi terkait kemungkinan Sulthani yang menjadi pendampingnya dan Ali Usman sebagai ketua tim sukses menyebut sangat berpotensi. Apalagi dirinya intens melakukan berkomunikasi politik kepada keduanya.

“Kami jalin komunikasi kepada siapapun, utamanya juga kepada keduanya. Kita tinggal jajaki komitmen politiknya, Pinrang ini butuh perubahan, agar akselerasi pembangunan berjalan cepat. Sebab selama ini berjalan lamban,” kata Abdy, yang juga Ketua DPD II Golkar Pinrang ini.

Ia menyebut keinginannya untuk maju sebagai Bupati Pinrang, bukan karena ambisi politik, namun disebabkan panggilan nuraninya untuk membenahi tanah kelahiran. “Ini ikhtiar kami untuk berbakti kepada daerah,” tutupnya.


Penulis: Ahmad Arfah
Editor: Azis Kuba