SELASA , 19 JUNI 2018

Tiga Kelurahan di Biringkanaya Bakal Dapat Air Bersih

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Selasa , 12 Juni 2018 10:30
Tiga Kelurahan di Biringkanaya Bakal Dapat Air Bersih

Air Bersih. ilustrasi

*Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Bersih Sudah Tahap Lelang

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kebutuhan air bersih di Kelurahan Bulurokeng, Bakung dan Katimbang Kecamatan Biringkanaya tidak lama lagi akan terpenuhi. Pasalnya, pembangunan sarana dan prasarana air bersih di tiga wilayah tersebut sudah memasuki proses lelang.

Kasubag Pelaksanaan Pengadaan Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (BLPBJ) Kota Makassar, Surahman mengatakan, dokumen ketiga paket diterima secara terpisah, sehingga penayangan di LPSE juga terpisah. Kata dia, paling cepat proses lelang itu 16 hari dan paling lambat bisa sampai empat minggu.

“Tiga kelurahan ini beda-beda paket, masing-masing wilayah satu paket. Tapi bisa bersamaan tayang karena lain pokjanya. Tapi proses lelang itu paling cepat 16 hari tapi bisa sampai tiga atau empat minggu,” kata Surahman, Senin (11/6) kemarin.

Proyek pembangunan sarana dan prasarana air bersih tersebut di dapatkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) dari pemerintah pusat melalui dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp4,42 miliar, untuk empat wilayah, yaitu Kelurahan Bulurokeng, Kelurahan Katimbang, Kelurahan Bakung dan Kelurahan Panaikang.

Hanya saja, kata Surahman, pihaknya belum menerima dokumen untuk kelurahan Panaikang sehingga dari empat paket baru tiga paket yang berhasil ditayangkan di LPSE.

“Saya tidak tahu alasan teknisnya, yang jelas belum kami terima dokumennya (Kelurahan Panaikang). Hasil koordinasi terakhir katanya masih ada yang mau dilengkapi dokumennya,” ujar Surahman.

Sementara itu, Kepala Seksi Sanitasi dan Air Bersih, Ifrah mengaku pembangunan sarana dan prasarana air bersih ini sangat mendesak, apalagi di tiga lokasi, yaitu Bakung, Bulurokeng, dan Katimbang, karena masuk daerah krisis air bersih.

Dia menerangkan untuk pembangunan sarana dan prasarana air bersih di tiga lokasi itu menggunakan sumur bor, karena belum ada sambungan pipa PDAM.

“Lokasi ini memang tidak ada pipa PDAM, makanya dibuatkan sumur bor. Kami juga sudah koordinasi dengan PDAM dan memang mereka (PDAM) belum sampai kesitu,” jelas Ifrah. (*)


div>