KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Tiga Kementerian Gali Potensi di Barru

Reporter:

Andi Amril

Editor:

Lukman

Rabu , 06 Juni 2018 18:20
Tiga Kementerian Gali Potensi di Barru

Tampak Bupati Barru Ir HM Suardi Saleh didampingi Sukardi SE MM MH Koordinator Tim Kementerian Perekonomian beserta ASN Dinas PMD Barru di rumah Jabatan Bupati Barru (5/6).

BARRU,RAKYATSULSEL.COM -‎ Bupati Barru, HM Suardi Saleh menerima kunjungan tim dari tiga Kementerian yang dikoordinir Sukardi,SE, MM, MH dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Desa, di Rumah Jabatan Bupati Barru, Selasa (5/6) kemarin.

Kedatangan tim kementerian ini terkait keinginan kementerian mengetahui perkembangan kawasan perdesaan Barru, serta untuk menggali potensi desa di bidang pertanian di kawasan, serta ingin mendata sejauh mana pemanfaatan bantuan dari kementerian sejak tahun 2017.

Bahkan tim kementerian meninjau ke lapangan di Desa Palakka yang dirangkaikan dengan diskusi dengan kelompok tani, gapoktan dan pengurus bumdesa bersama dalam kawasan perdesaan Agrowisata Gurilla (Gunung, rimba, lembah dan gunung).

“Di samping itu, Program Kawasan Perdesaan Agrowisata Gurilla terdiri dari 7 Desa yakni Desa Anabanua, Palakka, Galung, Tompo, Kamiri, Madello, Binuang,” ungkap ‎Pendamping Manajemen Program Pembangunan Kementerian Perdesaan Kabupaten Barru, M Arbi SE.

Koordinator Tim Kementerian, Sukardi dalam sambutannya mengharapkan adanya sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah, dan sinergitas antar kementerian terbangun untuk mengembangkan kawasan perdesaan di kabupaten Barru.

Sukardi menambahkan, bahwa Tahun 2017 kawasan perdesaan telah menerima bantuan berupa Rice Milling dan tahun 2018 ini akan menerima 3 jenis bantuan berupa air bersih di Desa Palakka, mesin pengering padi (drayer) dan gudang di Desa Anabanua dan program pengembangan produk inkubator unggulan kawasan perdesaan (pusat pemasaran produk,red) di Desa Madello.

Sementara itu Bupati BarruHM Suardi Saleh menyambut baik kedatangan tim dari tiga kementerian tersebut dan sangat mendukung program ini.

“Ini dukungan direalisasikan dalam bentuk penyertaan modal 7 desa di dalam kawasan setiap desa mengalokasikan Rp50 juta, jadi total penyertaan modal desa adalah Rp350.000.000 untuk memperkuat permodalan Bumdesa bersama,” tutup Suardi. (*)


div>