MINGGU , 23 SEPTEMBER 2018

Tiga Oknum Pegawai BPN Selayar di Pidanakan

Reporter:

Editor:

Iskanto

Jumat , 24 Agustus 2018 15:22
Tiga Oknum Pegawai BPN Selayar di Pidanakan

Kasi Pidsus Kejari Selayar, Juniardi Windaraswara

SELAYAR, RAKYATSULSEL.COM – Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Selayar, Juniardi Windaraswara membenarkan penahanan terhadap mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Selayar bersama 2 stafnya pada hari kamis tanggal 23 Agustus di Rutan Selayar. Hal itu diakatakan Juniardi saat ditemui di kantor Kejaksaan Negeri selayar Jalan WR. Supratman, Benteng, Jumat (24/8).

Kasus dugaan korupsi yang melilit mantan kepala BPN Kepulauan Selayar, Pudji Amin SH bersama dua stafnya, Kepala Seksi Infrastruktur, Muh Saleh dan Kasubsi Pengukuran, Syamsul Bahri. Dugaan korupsi terkait proyek Pengukuran Tanah Sistimatis Lengkap (PTSL) di Desa Lowa kecamatan Bontosikuyu Kabupaten Kepulauan Selayar yang menggunakan anggaran pengukuran proyek PTSL seluas 4500 hektar.

Hal itu diduga fiktif dengan anggaran total sebesar 2,4 miliar (APBN) menjadikan tiga oknum pengawai BPN Selayar mendekam dalam bui. Awal mula kasus ini bergulir atas laporan masyarakat, dan sebelumnya terjadi demo masyarakat Bontosikuyu dikantor DPRD Selayar beberapa bulan lalu. Namun tidak ada tindak lanjut BPN sehingga masyarakat Bontosikuyu melaporkan langsung ke kantor Kejaksaan Negeri Selayar.

“Berdasarkan Pasal 2 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi subsider pasal 3 yunto pasal 18 cukup dua alat bukti, dengan dasar ini kami melakukan penahanan. Secara garis besarnya kasus ini atas dugaan penyalagunaan anggaran pengukuran proyek PTLS sebesar kurang lebih satu miliar, diduga fiktif dan peritemnya kami belum bisa beberkan,” jelas Juniardi.

Ia menambahkan bahwa yang dimaksud fiktif adalah pengukuran yang dijangkau saja, salah satu contoh misalnya hamparan, mainnya hanya sepotongnya saja diukur, namun anggarannya dicairkan semua. Sebelum dilakukan penahanan, Oknum BPN selama proses pemeriksaan, ketiganya kooperatif, mereka hadir setiap layanan surat pemanggilan.

Ia menjelaskan, saksi – saksi yang diperiksa sudah ada 15 orang dan kemungkinan masih ada saksi – saksi yang ditambahkan. Ditanya mengenai jumlah tersangka, ia mengatakan bisa saja ada penambahan. “Kita tunggu saja pemeriksaan selanjutnya,” ujar Juniardi.

Untuk masalah Permintaan penangguhan penahanan, kata dia, belum bisa memberikan jawaban. Dan hingga turunnya berita ini, belum ada klarifikasi terhadap pihak terkait. (*)


div>