KAMIS , 20 SEPTEMBER 2018

Tiga Parpol Bela Kolom Kosong

Reporter:

Suryadi- Fahrullah - Iskanto - Alief

Editor:

asharabdullah

Selasa , 05 Juni 2018 13:15
Tiga Parpol Bela Kolom Kosong

Dok. RakyatSulsel

– Jaring Relawan Hingga Tunjuk Saksi Independen

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Gerakan kampanye kotak kosong jelang Pemilihan Wali Kota Makassar, semakin massif. Apalagi, tiga parpol yang selama ini berada di belakang Moh Ramdhan “Danny” Pomanto – Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi), sepakat menyuarakan kotak kosong.
Tiga parpol yang massif mensosialisasikan kotak kosong, masing-masing Partai Demokrat, Partai Berkarya, dan Perindo.

Jika melihat hasil survei terakhir dengan keunggulan petahana yang jauh dari penantang yakni pasangan Munafri Arifuddin – Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu), bukan mustahil kotak kosong akan menang di Makassar. Apalagi, jika program Appi – Cicu tidak lebih baik dari program DIAmi.

Ketua DPC Demokrat Makassar, Adi Rasyid Ali, mengatakan, saat ini partai berlambang mercy tersebut masih setia dengan pasangan DIAmi walau telah didiskualifikasi. Demokrat Makassar tetap konsisten dengan pendirian awal tanpa mengalihkan dukungan ke Appi – Cicu.

“Kami tetap konsisten, komitmen, walau diskualifikasi itu masih dalam tanda tanya. Kami dari Demokrat tetap konsisten untuk memilih kolom kosong dan ini sudah kami intruksikan kepada seluruh kader agar tetap bekerja untuk memilih kolom kosong,” ungkapnya, Senin (4/6).

Untuk memenangkan kotak kosong, pihaknya telah berkordinasi dengan partai pendukung lain, agar tetap mengawal pemilihan dari Tempat Pemungutan Suara (TPS). Pihaknya bahkan akan membuat Satgas Money Politic agar tidak terjadi kecurangan.

“Kami tetap berkordinasi dengan partai pendukung lain. Apalagi ada saksi independennya yang siap mengawal. Saya kira, selain Demokrat yang akan membuat Satgas Money Politic masyarakat sendiri. Dan akan menangkap semua yang mau bermain itu,” terangnya.

Senada dikatakan Ketua Partai Perindo Makassar, Ruslan Mahmud. Ia mengatakan, partainya telah melakukan konsolidasi untuk melakukan pergerakan secara massif dalam mensosialisasikan kotak kosong. Dimana, seluruh struktural Partai Perindo Kota Makassar hingga tingkat kelurahan akan bekerja memenangkan kotak kosong.

“Kami sudah mulai lakukan secara massif melalui struktur partai dan sayap dan simpatisan Perindo. Partai Perindo akan bekerja untuk kolom kosong,” tegas Ruslan Mahmud.

Untuk menunjang kerja-kerja di lapangan dalam memenangkan kotak kosong, Partai Perindo akan membentuk Laskar Kotak Kosong. Partai Perindo juga akan mengadakan Alat Peraga Kampanye (APK) untuk mensosialisasikan kotak kosong.

“InsyaAllah, dalam waktu dua hingga tiga hari ke depan akan dibentuk Laskar Kolom Kosong Perindo. Dan akan dilanjutkan dengan penyerahan kaos dan APK kepada tim,” bebernya.

Ketua Perindo Sulsel, Sanusi Ramdhan, menambahkan, kotak kosong atau kolom kosong adalah bagian dari demokrasi yang harus diperjuangkan. Masyarakat yang memilih kotak kosong dan memperjuangkannya adalah masyarakat yang sadar dengan sistem demokrasi yang baik.

“Pilihan kolom kosong adalah pilihan rasional dan benar. Semakin tinggi menangnya kolom kosong itu menunjukkan tingkat kesadaran masyarakat semakin baik. Kita sadar di beberapa gang dan lorong pergerakan masyarakat semakin massif,” tegas Sanusi.

Ia menjelaskan, memperjuangkan kotak kosong tidak melanggar aturan pilkada. Karena hal itu bagian dari pilihan untuk membawa perubahan yang lebih baik untuk Kota Makassar kedepannya. Masyarakat Kota Makassar jangan sampai mau dikuasai oleh parpol yang tidak memberikan pembelajaran politik yang baik ke masyarakat.

“Memperjuangkan kolom kosong sah benar adanya. Kalau ada orang yang bilang salah, justru dia yang harus dipidanakan. Masyarakat Kota Makassar harus bisa membawa perubahan. Banyak partai politik tapi tidak memberikan pendidikan politik di masyarakat,” tandasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Partai Berkarya Kota Makassar, Yusuf Gunco, menegaskan, dukungan partainya di Pilwalkot Makassar tetap pada poros awal. Yakni memenangkan kotak kosong sebagai pengganti dukungan ke pasangan DIAmi.

“Kita Partai Berkarya tetap jalan, karena dari awal kita dukung pasangan Danny Pomanto. Jadi Partai Berkarya tetap solid mendukung kotak kosong,” kata Yugo, sapaan karibnya.

Yugo mengaku, Partai Berkarya telah konsolidasi dengan seluruh struktural partainya hingga tingkat kelurahan. Bahkan, kerja-kerja telah dilakukan secara massif dan terstruktur.

“Kita juga sudah konsolidasi mulai dari tingkat DPD, DPC sampai tingkat kelurahan itu menyuarakan kotak kosong. Dari 15 kecamatan, 153 kelurahan itu kita massif mensosialisasikan kotak kosong,” jelasnya.

Memilih kotak kosong, lanjutnya, bukanlah sebuah pelanggaran, lantaran ada aturan yang harus ditegakkan. Dengan terjadinya kotak kosong ada aturan yang tidak berjalan sehingga pendidikan politik ke masyarakat tidak baik.

“Dengan tujuan agar demokrasi itu dapat berjalan dengan baik. Kenapa kita harus memilih kotak kosong, karena ada aturan didalam pemilihan walikota ini oleh penyelenggara yang tidak berjalan. Kita ingin menyuarakan untuk pembelajaran politik kepada penyelenggara bahwa apa yang dilakukan itu tidak benar,” tegasnya.

Sementara, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel meminta KPU agar tetap meningkatkan sosialisasi, atau pemahaman kepada masyakrat agar tetap datang ke TPS memilih.

Ketua Bawaslu Sulsel Laode Arumahi, menjelaskan, pihaknya memiliki penilaian akan adanya kecendrungan terhadap rendahnya pemilih yang bakal menyalurkan haknya di daerah dengan paslon tunggal. Hal itu disebabkan, pemilih tidak memiliki opsi untuk memilih figur.

“Bisa juga salah satu kerawanannya itu, karena ini calon tunggal, karena ada orang yang tidak terpenuhi hak politiknya, tadi ada paslon yang dia dukung, lalu belakang didiskualifikasi, lalu kemudian tidak memilih, itu pemahaman politik yang salah,” ujarnya.

Dengan demikian, Laode meminta agar penyelenggara, dalam hal ini KPU kabupaten/kota untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut. Yakni dengan mendorong masyarakat datang ke TPS, baik itu memilih paslon tunggal atau kolom kosong.

“Tetap dia harus kita dorong, tetap dia datang untuk menggunakan hak pilihnya, apakah dia memilih kotak kosong atau memilih paslon, itu haknya dia. Karena itu akan mempengaruhi tingkat partisipasi pemilih. Kalau tidak dia gunakan hak pilihnya, maka tingkat partisipasi rendah,” tuturnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Pakar Politik dari Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Syahrir Karim, menilai, kolom kosong tidak bisa dianggap remeh. Bahkan, peluang memenangkan kolom kosong tetap ada.

“Peluang itu (memenangkan kolom kosong) tetap ada. Saya kira iya, akan terjadi kontestasi yang kompetitif. Kolom kosong ini tetap tidak bisa dianggap remeh,” kata Syahrir Karim.

Dia menuturkan, ancaman kolom kosong bagi pasangan Appi-Cicu di Pilwali Makassar memang ada. Kondisi kolom kosong di Pilwali Makassar berbeda dengan yang ada di daerah lain.

“Munculnya wacana kolom kosong di Pilwali Makassar ini, berbeda dengan kolom kosong di daerah lain. Karena ada fase dimana kolom kosong ini menuai perdebatan antar penyelengggara, yakni KPU dan Panwaslu serta terkesan dramatis,” imbuhnya.

Dia menegaskan, kolom kosong ini akan menjadi polemik yang berkepanjangan. Tidak hanya itu saja, akan tetapi kolom kosong juga kemungkinan akan terkonsolidasi.

“Polemik kolom kosong terus menjadi masalah yang berkepanjangan. Polemik inilah yang kemudian salah satu pemicu munculnya gerakan kolom kosong yang terkonsolidasi,” pungkasnya. (*)


div>