RABU , 19 SEPTEMBER 2018

Tiga Pejabat Bantaeng Tersangka, Kampanye Prof Andalan Terbukti Libatkan Aparat Pemerintah

Reporter:

Jejeth Aprianto

Editor:

asharabdullah

Rabu , 23 Mei 2018 14:18
Tiga Pejabat Bantaeng Tersangka, Kampanye Prof Andalan Terbukti Libatkan Aparat Pemerintah

Ilustrasi (doc Jawa Pos.com)

BANTAENG, RAKYATSULSEL.COM – Tiga pejabat Pemkab Bantaeng ditetapkan melanggar tindak pidana Pemilu, Rabu (23/5). Ketiganya terbukti melanggar regulasi dan terlibat dalam kampanye yang digelar di Kabupaten Gowa, beberapa waktu lalu.

Informasi yang dihimpun di internal Panwas Gowa menyebutkan ketiga pejabat itu adalah Camat Tompubulu Andi Muhlis Hindra (AMH), Camat Bissappu Muh Amin Basit (MAB) dan seorang lurah bernama Sitti Faridah (SF). Ketiganya terbukti melakukan pelanggaran administrasi. Hanya saja, khusus untuk MAB, sentra Gakkumdu Kabupaten Gowa telah menetapkan dirinya sebagai tersangka dan diproses dalam tindak pidana pemilu oleh kepolisian.

Ketiga pejabat ini juga diduga ikut menghadiri kampanye pasangan cagub nomor urut tiga, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS) yang digelar di Kabupaten Gowa, beberapa waktu lalu. Panwas Gowa sendiri masih menelusuri peran pejabat lainnya dalam kasus itu.

“Mereka terlibat dalam kampanye salah satu cagub asal Bantaeng,” kata salah satu sumber di internal Panwas Bantaeng.

Ketua Panwas Gowa, Suharli membenarkan hal itu. Hanya saja dia tidak membeberkan nama lengkap para tersangka. Dia hanya menyebut inisial ketiga nama itu.

“Ketiganya terbukti dan sedang kita proses. Mereka terbukti melanggar. MAB sendiri sudah memenuhi unsur pidana pemilu. Kasusnya sudah tahap penyidikan dan ditangani Polres Gowa,” jelas dia.

Dia menambahkan, selain sanksi pidana, sentra Gakkumdu Panwas Gowa juga memastikan ketiga nama pejabat Bantaeng itu akan diproses di Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Panwas Gowa merekomendasikan untuk pemberian sanksi terhadap ketiga anggota Panwas tersebut. (*)


div>