RABU , 26 SEPTEMBER 2018

Tiga Pelaku Belum Tertangkap, Mahasiswa Desak Polisi

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 21 September 2012 09:28

RAKYAT SULSEL . Makassar – Puluhan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan markas Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Wajo, Kamis (20/9) sekira Pukul 11.00 Wita kemarin. Para pengunjuk rasa menuntut aparat kepolisian untuk segera menangkap tiga pelaku penganiayaan yang mengakibatkan salah seorang rekannya meregang nyawa beberapa bulan lalu.

Puluhan mahasiswa yang berasal dari Lembaga Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Makassar itu juga menggelar aksi dengan membuka baju sebagai lambang bahwa hukum di negara Indonesia telah ditelanjangi oleh geng motor. Pasalnya, dari 10 yang telah ditetapkan sebagai tersangka, masih ada tiga pelaku yang hingga saat ini masih berkeliaran di luar.

“Kami sangat menyayangkan aparat kepolisian yang hingga saat ini belum berhasil menangkap tiga pelaku penganiayaan yang mengakibatkan rekan kami meregang nyawa. Kami meminta dengan tegas kepada pihak kepolisian untuk memberantas geng motor yang ada di Kota Makassar yang telah meresahkan warga,” ujar salah seorang mahasiswa dalam orasinya.

Kasat Reskrim Polretabes Makassar, AKBP Himawan Sugeha, saat menemui para pengunjuk rasa mengaku pihaknya telah melakukan pengejaran terhadap ketiga pelaku yang sudah tercatat sebagai DPO itu. “Ini juga merupakan hutang bagi Satuan Reskrim apabila tidak bisa menangkap ketiga pelaku itu, biarpun tidak ada aksi unjuk rasa kami tetap berusaha untuk menangkap pelakunya,” terangnya.

Himawan mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh polsek dan polres yang ada di wilayah Makassar guna menangkap para pelaku. “Kami juga telah melakukan koordinasi dengan seluruh Polsek pada jajaran Polrestabes Makassar dan seluruh Polres dengan menyebar identitas ketiga pelaku. Tidak ada unsur kongkalikong dalam pengusutan kasus ini,” tambahnya.

Diketahui, seorang mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) yang juga merupakan anggota Pemuda Pancasila (PP) meninggal setelah dianiaya puluhan anggota geng motor di Jalan Sungai Saddang, Kecamatan Ujung Pandang, Minggu (15/4) lalu. Korban dikeroyok sekitar 20 hingga 30 orang dengan menggunakan busur dan balok. Saat itu korban tiba-tiba dihadang puluhan anggota geng motor dan langsung menyerang korban beserta rekannya dengan menggunakan balok kayu dan busur. (RS8/RS5/C)


Tag
div>