MINGGU , 21 OKTOBER 2018

Tiga Pendekar Saudagar Bugis Makassar

Reporter:

Editor:

Lukman

Sabtu , 16 Juni 2018 19:40
Tiga Pendekar Saudagar Bugis Makassar

int

Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPP KKSS), bersama Pemerintah Provinsi Sulsel dan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel memiliki tradisi menggelar hajatan nasional Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) di Kota Makassar, setiap selesai lebaran Idulfitri, kisaran sepekan, ketika perantau asal Sulsel telah mudik.

PSBM digagas pertama kali oleh Wakil Presiden RI, M Jusuf Kalla bersama dua sahabat HM Alwi Hamu dan M Aksa Mahmud pada tahun 1994. PSBM tahun ini adalah yang ke-18 kalinya, rencananya digelar pada Sabtu-Ahad, 23-34 Juni 2018 di Hotel Grand Clarion Makassar.

Adapun ketua panitia yakni Andi Rukman N Karumpa, didamping oleh M Saleh Mude sebagai sekretaris, di bawah koordinasi Pengarah (Steering) dan Sekretaris, Ibnu Munzir dan Mansyur Achmad, dan penanggung jawab, Andi Jamaro Dulung.

Tulisan ini mencoba mengulas corak saudagar yang ada pada tiga sekawan, M Jusuf Kalla (JK), M Aksa Mahmud, dan HM Alwi Hamu.

Dari ketiga sekawan ini, mereka hanya berbeda setahun jarak kelahiran, JK lahir 15 Mei 1942, Alwi Hamu, 28 Juli 1944, dan Aksa, 16 Juli 1945. JK selalu didaulat sebagai komandan, bos atau ketua, sementara Alwi dan Aksa berbagi tugas, sekretaris atau anggota.

Ketiganya pun kemudian memiliki core business (induk) bisnis yang berbeda, kendati hubungan mereka terus perpelihara. JK memilih konstruksi di bawah bendera Bumi Karsa dan Bukaka, dealer mobil, Toyota, mall, dan laim-lain.

Sementara Aksa memilih industri perikanan, perkebunan, dealer mobil, Mitsubitsi, perhotelan, industri semen, rumah sakit, jalan tol dan lain-lain. Adapun Alwi memilih bisnis media, Jawa Pos, Fajar Group, Radar, hotel, dan sedang merintis industri semen.

Ketiganya telah memiliki simbol, gedung pencakar langit di Kota Makassar, Alwi yang mulai membangun Graha Pena di kawasan by pass Sumiharjo, menyusul JK dengan Wisma Kalla di Jl Sudirman dan Aksa Mahmud dengan Menara Bosowanya di samping Lapangan Karebosi.

Ketiga sekawan ini sudah mulai mentransfer otoritas usahanya ke generasi pelanjutnya, JK, di samping ke adik-adiknya, juga ke putra mahkotanya, Solihin Jusuf. Aksa ke Erwin Aksan dan Alwi ke putraanya, Agussalim Alwi Hamu.

Ketika JK memasuki dan merasa nyaman di dunia politik, Aksa dan Alwi pun ikut digandeng. Aksa sebagai juru temu dan lobi dengan mitra koalisi, dan Alwi sebagai juru media dan staf khusus.

Karena itu, bisa dikatakan terhadap tiga sahabat ini, mewakili tiga corak dunia usaha para saudagar ke mereka. Pak JK sukses di konstruksi, mobil dan politik, pernah ketua umum Golkar dan Wakil Presiden dua presiden yang berbeda, SBY dan Jokowi. Aksa pernah dua periode anggota Dewan Perwakil Daerah (DPD) dan Alwi masih aktif mengontol bisnis media cetak dan online-nya di puluhan provinsi.

Ketiga suadagar ini, JK telah sukses di bisnis dan politik, Aksa dan Alwi, telah sukses di bisnis  terutama di industri jasa dan media lokal. Ketiganya pun telah mentransfer dunia usaha ke generasi kedua, pewarisnya. Kita doakan mereka, bertiga panjang umur dan sehat selalu agar mereka melihat kesuksesan warisan bisnisnya ke generasi keduanya. (*)


div>