RABU , 12 DESEMBER 2018

Tiga Petani di Soppeng Terlepas dari Jerat UU P3H

Reporter:

Ilham

Editor:

asharabdullah

Rabu , 21 Maret 2018 19:00
Tiga Petani di Soppeng Terlepas dari Jerat UU P3H

Tiga terdakwa petani yang menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Soppeng, Jalan Kemakmuran Watansoppeng, Jamadi (45), Sahidin (47), dan Suka (39) pasca putusan pengadilan yang memberikan vonis bebas, Rabu (21/3). Foto: Ilham

SOPPENG, RAKYATSULSEL.COM – Tiga terdakwa petani yang menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Soppeng, Jalan Kemakmuran Watansoppeng, Jamadi (45), Sahidin (47), dan Suka (39) tak kuasa membendung air matanya, pasca putusan pengadilan yang memberikan vonis bebas, Rabu (21/3).

Majelis hakim yang diketuai oleh Hakim Ketua, Irianto Prijatna Utama, memimpin sidang ketiganya saat membacakan putusan fakta-fakta hukum yang menjadi dasar vonis bebas.

Dari sidang sebelumnya, ketiga petani asal dusun Umpungeng, kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng tersebut dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) karena dianggap telah melanggar Undang Undang P3H tentang kawasan hutan lindung.

“Terdakwa dikenakan UU P3H, dimana aturan tersebut diatur oleh pemerintah untuk menjaga hutan agar tetap menjadi kawasan hutan. Namun dari keterangan saksi saksi, terdakwa terbukti hanya mengelola lahan yang kurang lebih satu hektare tersebut untuk berkebun bukan sebagai tujuan komersil,” ungkap Irianto.

Dari barang bukti yang digunakan terdakwa, yaitu sebuah pacul, terbukti jika terdakwa mengelola lahan tersebut dalam bentuk perseorangan bukan dalam bentuk korporasi yang terorganisir. Sehingga Hakim menganggap jika Tuntutan JPU tidak memenuhi syarat pidana bagi terdakwa.

“Terdakwa terbukti tidak bersalah, maka seluruh hak hak terdakwa harus dikembalikan, termasuk barang barang bukti yang telah disita,” ucap hakim sambil mengetuk palu tanda sidang berakhir. (*)


div>