MINGGU , 24 JUNI 2018

Tiga Proyek Besar di Bulukumba Terancam Penalti

Reporter:

Salahuddin

Editor:

asharabdullah

Senin , 11 Desember 2017 16:01
Tiga Proyek Besar di Bulukumba Terancam Penalti

Bupati Bulukumba Andi Sukri Sappewali. ist

BULUKUMBA, RAKYATSULSEL.COM – Proyek yang tidak bisa diselesaikan hingga akhir tahun anggaran dipastikan kena denda. Ketentuan tersebut merupakan bagian dari kontrak kerja antara Pemkab Bulukumba selaku pemilik proyek dengan rekanan atau kontraktor sebagai pelaksana pekerjaan.

Diketahui, saat ini ada tiga proyek besar yang masih dalam proses pengerjaan, seperti pembangunan Instalasi Gawat Darurat (IGD) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bulukumba senilai Rp40 miliar, pembangunan jembatan di muara Sungai Bialo Rp10 miliar, dan lanjutan pembangunan Gedung DPRD Bulukumba Rp4,5 miiar.

Melihat progres pembangunan ketiga proyek besar tersebut, hampir pasti tidak bisa diselesaikan hingga akhir tahun anggaran 2017 berakhir.

Bupati Bulukumba, Andi Sukri Sappewali sudah mewanti-wanti agar semua proyek 2017 diselesaikan sesuai kontrak. Bila pekerjaan proyek tidak selesai sesuai kontrak, kontraktor pelaksana terancam kena sanksi.

“Bila tidak selesai hingga akhir tahun ini maka, kontraktor pelaksana dipastikan akan dikenai penalti atau sanksi berupa denda, nilai dendanya sebesar Rp2,5 persen dari nilai kontrak kerja ,” ungkapnya, belum lama ini.

Dia melanjutkan, meski sudah kena denda, Pemkab masih memberikan kesempatan kepada kontraktor untuk menyelesaikan proyek selama 60 hari. “Bila tidak selesai lagi, maka Pemkab akan memberikan sanksi keras berupa pemutusan kontrak kerja,” jelasnya. (*)


div>