KAMIS , 18 OKTOBER 2018

Tiga Suplemen Ini Baik Dikonsumsi Lansia

Reporter:

Editor:

Lukman

Selasa , 31 Juli 2018 11:00
Tiga Suplemen Ini Baik Dikonsumsi Lansia

ILUSTRASI

RAKYATSULSEL.COM – Sebuah studi dari National Center for Biotechnology Information Amerika Serikat membuktikan bahwa setidaknya satu dari empat penduduk lansia di kota besar dan maju mengonsumsi suplemen multivitamin. Sedangkan lebih dari separuh di antaranya mengonsumsi 4-5 macam suplemen.

Sebagian besar alasan para lansia mengonsumsi suplemen secara rutin adalah untuk memperlambat penuaan, menjaga stamina tubuh agar tak mudah sakit, atau untuk mencegah kekurangan gizi.

Tak jarang, sebagian orang rela merogoh kocek dalam jumlah banyak untuk membeli suplemen tersebut.

Jenis suplemen yang dibutuhkan

Berbeda dengan sayur dan buah yang semakin banyak dikonsumsi akan membuat tubuh semakin sehat, suplemen ternyata memberikan efek yang berbeda. Kaum lansia yang mendapat asupan suplemen secara rutin belum tentu lebih sehat dibanding dengan yang tidak mengonsumsinya.

Karena pada dasarnya, jika vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh sudah bisa tercukupi melalui makanan yang dkonsumsi, maka suplemen tak diperlukan lagi. Namun demikian, karena pengaruh penuaan, ada beberapa jenis vitamin dan mineral yang perlu dikonsumsi oleh lansia, yaitu:

1. Vitamin D.

Merupakan komponen gizi yang dibutuhkan untuk mendukung kepadatan tulang, menjaga massa otot, dan mempertahankan imunitas tubuh. Secara alami vitamin D didapatkan melalui makanan dan paparan sinar matahari di pagi hari.

Pada lansia yang mobilitasnya sedikit, kesempatan terpapar sinar matahari menjadi berkurang, sehingga dapat terjadi kekurangan vitamin D. Salah satu solusinya adalah dengan mengonsumsi suplemen vitamin D.

Meski demikian, penggunaan suplemen tersebut harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui dosis vitamin D yang tepat. Sebab residu dari vitamin D tak bisa dikeluarkan melalui air seni, melainkan terakumulasi dalam tubuh. Umumnya dosis yang dianjurkan adalah 10 mikrogram tiap harinya.

Selain dengan mengonsumsi vitamin D, lansia juga bisa mencukupi kebutuhan vitamin D melalui makanan seperti susu dan yoghurt, serta dengan berjemur di bawah sinar matahari (berkisar antara pukul 7 hingga 8 pagi) selama 10-15 menit.

2. Kalsium.

Zat gizi ini berperan dalam menjaga tulang dan gigi agar tetap kuat, membantu kontraksi otot jantung serta pembekuan darah. Sumber kalsium terbaik sebenarnya bukan dari suplemen, melainkan dari makanan seperti susu, keju, yoghurt, sayuran hijau, kacang, dan ikan.

Kekurangan kalsium pada kaum lansia menyebabkan tulang rapuh dan mudah patah. Namun, suplemen kalsium diperlukan hanya bila asupan kalsium dari makanan tak dapat dipenuhi.

Jadi, konsultasikan dulu dengan dokter jika ingin mengonsumsi kalsium dalam bentuk suplemen. Sebab pada sebagian orang, asupan suplemen kalsium bisa menyebabkan diare.

3. Vitamin B12.

Merupakan jenis vitamin dengan mekanisme yang cukup kompleks. Agar bisa diserap dengan baik oleh usus, vitamin B12 perlu diikat dulu oleh suatu zat yang dikeluarkan oleh lambung.

Pada lansia yang mengalami gangguan pencernaan (khususnya pada lambung dan usus), penyerapan vitamin B12 dapat terganggu. Akibatnya tubuh kekurangan vitamin B12 dan menyebabkan anemia, kesemutan, gangguan saraf, serta menyebabkan iritasi pada lidah.

Salah satu sumber vitamin B12 terbaik adalah dari daging. Jika kaum lansia masih mampu mengunyah daging dengan baik dan tak memiliki gangguan pencernaan, maka suplemen vitamin B12 tak dibutuhkan.

Namun, jika konsumsi suplemen B12 dirasa perlu, konsultasikan dulu mengenai dosis dan cara pemberiannya (dengan tablet atau suntikan) pada dokter agar dapat memberikan manfaat optimal.

Lansia yang metabolisme tubuhnya sudah mulai menurun memang membutuhkan asupan nutrisi tambahan. Ketiga jenis suplemen di atas merupakan asupan yang paling dibutuhkan. Jika konsumsi suplemen dirasa perlu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai dosis, frekuensi, dan cara pemberiannya. (jpnn)


div>