Minggu, 20 Agustus 2017

Tiga Syarat Perkuat Layanan Kesehatan Primer Versi Menkes

Jumat , 21 April 2017 12:05
Menteri Kesehatan Nila F Moeloek
Menteri Kesehatan Nila F Moeloek

RAKYATSULSEL.COM - Menteri Kesehatan Nila F Moeloek meminta agar masyarakat tidak langsung pergi berobat ke rumah sakit jika hanya menderita keluhan ringan. Karena itu Nila mendorong peningkatan kualitas dokter layanan primer.

“Selama ini hampir terjadi di semua negara banyak masyarakat hanya sakit biasa mau ke RS. Padahal hanya sakit ringan seperti imunisasi sekalipun,” tegas Nila dalam Seminar dan Lokakarya Kesehatan di Kampus Universitas Indonesia (UI) Depok, Kamis (20/4).

Nila menyadari selama belum dilakukan sistem yang optimal untuk berusaha mencegah penyakit. Menurutnya ada tiga syarat utama sistem layanan primer bisa berdiri kokoh.

“Karena sebesar apapun SDM kita berikan kalau semua orang tetap ingin berobat ke rumah sakit tak akan tertangani,” tukasnya.

1. Ketersediaan Sarana dan Prasarana

Riset tahun 2010 dan 2014 menyebutkan kelengkapan sarpras layanan primer hanya 70 persen. “Karena itu kami akan tingkatkan alokasi layanan primer lebih banyak lagi,” katanya.

2. Sistem Pembayaran

Dilakukan perubahan pada sistem pelayanan dalam kerangka Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yaitu dengan pola kapitasi.

“Tenaga kesehatan dibayar dengan pola kapitasi artinya sesuai jumlah penduduk yang menjadi tanggung jawabnya sehingga lebih efektif dalam melakukan usaha pencegahan dan promotif,” tuturnya.

3. Perubahan Sistem Layanan

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menuntut terjadinya perubahan mendasar di strata layanan primer. Berpusat pada pasien dan fokus pada keluarga.

“Holistik dilakukan pada psikologis, budaya, dan spiritual. Pencegahan dan kunjungan ke rumah agar efektif terjadinya penurunan angka kesakitan,” tuturnya.

Berita Terkait