SELASA , 25 SEPTEMBER 2018

Tiga Tahanan Kabur Ditangkap, Empat Masih Buron

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Rabu , 19 April 2017 12:10
Tiga Tahanan Kabur Ditangkap, Empat Masih Buron

Tiga pelaku ditangkap polisi (Dida Tenola/ Jawapos.com)

RAKYATSULSEL.COM – Polisi kembali menangkap dua tahanan yang kabur dari penjara Mapolsek Tambaksari, Senin siang (17/4). Usai membekuk Ryan Dwi Saputra, polisi meringkus Jefri Marga Putra dan Fadillah. Total, polisi sudah membekuk tiga dari tujuh tahanan yang melarikan diri.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga menjelaskan bahwa para tahanan tersebut sudah merencanakan untuk melarikan diri. Mereka sudah mempersiapkannya sejak lama.

“Sekitar dua minggu mereka merancang untuk lari. Inisatornya memang Ryan, dia takut dihukum lama di Medaeng lalu mengajak teman-temannya yang lain untuk kabur,” beber Shinto kepada wartawan, Selasa petang (18/4).

Dua tahanan, Jefri dan Fadillah ditangkap di tempat yang berbeda. Untuk Jefri, dia menyerahkan diri di Polsek Bungah, Gresik. Tim antibandit lantas menjemputnya ke sana untuk dijebloskan ke sel tahanan Mapolrestabes Surabaya.

Sedangkan Fadillah, diringkus di Batu. Polisi mencium keberadaannya berdasar informasi yang didapat dari orang-orang terdekat pelaku. “Dia (Fadillah) mau sembunyi di rumah temannya. Tapi belum sampai ke sana sudah kami tangkap lebih dulu,” imbuh alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1999 itu.

Fadillah sendiri terlihat berjalan pincang. Kaki kirinya terkilir. Hal tersebut disebabkan lantaran terjatuh ketika turun dari atap rumah warga. Ketujuh tahanan itu kabur usai menjebol besi kamar mandi tahanan. Selanjutnya mereka melewati atap menuju ke perkampungan di Karanggayam Teratai.

Dengan tertangkapnya ketiga pelaku, polisi masih punya empat orang yang diburu. Mereka adalah Budi Sasmito, M.Salman, M. Sohib, dan Syaiful Haq. Shinto tidak menyebutkan secara pasti arah pelarian mereka. Namun saat ini timnya masih berada di luar kota untuk melacak keberadaan para buron itu.

Polisi dengan dua melati di pundak itu kembali memperingatkan kepada empat tahanan itu agar menyerahkan diri. Sebab jika tidak kooperatif, polisi bakal bertindak lebih tegas. “Kami sudah tahu ke mana saja mereka lari. Lebih baik mereka tidak melawan!,” tegasnya.

Ketiga orang yang ditangkap kembali itu dipastikan bakal menerima hukuman ganda. Polisi menjerat mereka dengan pasal 170 KUHP karena merusak properti negara. Penjara merupakan milik negara, dan ketiga orang tersebut terbukti merusaknya. “Hukuman tambahannya kurungan penjara 5 tahun 6 bulan,” kata Shinto.


div>