MINGGU , 19 AGUSTUS 2018

Tiga Terdakwa Kasus Korupsi RS Pratama Divonis Ringan

Reporter:

Irsal

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 09 Juni 2018 12:30
Tiga Terdakwa Kasus Korupsi RS Pratama Divonis Ringan

ILUSTRASI

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM –Tiga terdakwa kasus dugaan korupsi proyek pembangunan rumah sakit Pratama Belajen, Kabupaten Enrekang dijatuhi vonis pidana ringan oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar.

Tiga terdakwa yakni, Marwan Ahmad Ganoko, selaku kepala Dinas Kesehatan Enrekang, Direktur PT Haka Utama selaku rekanan, Kilat Kiraka dan kuasa direksi PT Haka Utama, Sandy Dwi Nugraha.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang, Marwan Ahmad Ganoko, dijatuhi pidana 3 tahun penjara oleh ketua majelis hakim, Canning Budiana.

“Dengan denda Rp50 juta dengan ketentuan mengganti pidana satu bulan kurungan dan uang pengganti 30 juta. Jika uang pengganti tersebut tidak dibayar maka diganti satu bulan penjara,” kata Canning, di Pengadilan Tipikor Makassar, Kamis (7/6) malam.

Sementara itu, Direktur PT Haka Utama, Kilat Kiraka, yang menjadi rekanan pada proyek pembangunan rumah sakit Pratama Enrekang ini dijatuhi hukuman 2 tahun penjara. Denda sebesar Rp50 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka akan diganti hukuman kurungan selama satu bulan.

“Terdakwa juga dikenakan uang pengganti sebesar Rp80 juta, dengan ketentuan apabila tidak mengganti uang pengganti tersebut hingga putusan berkekuatan hukum tetap maka akan diganti enam bulan hukuman penjara,” tegasnya.

Sedangkan kuasa Direksi PT Haka Utama, Sandy Dwi Nugraha dijatuhi hukuman 5 tahun penjara.
Hukuman yang dijatuhkan majelis hakim, justru lebih ringan dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yang menjatuhkan tuntutan pidana penjara selama 8 tahun penjara.

Sedangkan JPU, Kamaria, menyatakan akan melakukan banding di Pengadilan Tinggi (PT) Makassar. Atas putusan pidana yang dijatuhkan majelis hakim pengadilan Tipikor Makassar.
“Putusan hakim terlalu rendah. Dibawah 2/3 dari tuntutan JPU dan kita telah menyatakan banding,” tegas Kamaria, Jumat (8/6). (*)


div>